Memakai pakaian preman, menurutnya, justru memungkinkan pengamanan berjalan lebih efektif. Aparat bisa memantau situasi dengan lebih leluasa, mendeteksi dini jika ada ancaman yang mengintai. Tujuannya satu: memastikan keselamatan Anies Baswedan tanpa harus mengganggu jalannya kegiatan itu sendiri.
Di sisi lain, langkah semacam ini dianggap krusial untuk iklim demokrasi. Bagaimana pun, figur publik harus bisa beraktivitas dalam ruang yang aman dan terkendali.
Perlindungan model begini memungkinkan respons yang cepat. Jika ada bahaya entah dari pihak asing, kelompok anarko, atau bahkan ancaman teroris seperti Al Qaeda informasi bisa segera disampaikan ke tokoh yang bersangkutan. Jadi, semuanya lebih terukur.
Penjelasan itu ditutup dengan kalimat khas: "Bismillah Letkol. Tituler ๐", diikuti deretan emoji senyum. ๐๐๐
Selain utas panjang, akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari cuitan aslinya. Gambarnya menunjukkan untaian penjelasan lengkap yang ia tulis, beserta embed langsung dari Twitter yang memuat percakapan awal.
Artikel Terkait
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi
Derby Rhein Berakhir 3-3, Kรถln Bertahan dengan 10 Pemain
Bayern Munich Hancurkan Union Berlin 4-0 dalam Dominasi Penuh