Pantau – Bagi Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, Idul Fitri tahun ini bukan sekadar hari kemenangan. Lebih dari itu, momen 1447 Hijriah ini ia anggap sebagai waktu yang tepat untuk merawat persatuan bangsa. Caranya? Dengan saling memaafkan dan memperkuat solidaritas.
Gus Imin menegaskan, perbedaan yang ada sama sekali tidak boleh jadi penghalang. Menurutnya, bangsa Indonesia justru disatukan oleh nilai-nilai kebersamaan yang sudah mengakar.
“Di tengah perbedaan, kita dipertemukan oleh nilai yang sama: saling memaafkan, saling menguatkan, dan saling menjaga sebagai satu bangsa,” ujarnya.
Ia meyakini, sikap saling memaafkan itulah kunci utamanya. Dengan itu, persatuan bisa terus terawat dan semangat bersama untuk memajukan bangsa akan jauh lebih kuat.
Di sisi lain, Gus Imin juga menyoroti hal lain yang tak kalah penting: solidaritas sosial. Ia mendorong agar kepedulian ini benar-benar diwujudkan, terutama untuk masyarakat yang sedang membutuhkan.
Baginya, semangat Ramadan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan itu tidak boleh berhenti begitu saja. Semangat itu harus terus hidup dalam keseharian.
“Solidaritas harus semakin nyata hadir dalam kepedulian kepada tetangga, perhatian kepada yang lemah, dan gotong royong,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Gus Imin punya ajakan yang lebih konkret. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri ini sebagai titik awal pemberdayaan. Hal ini dinilai sangat relevan, mengingat tantangan ekonomi dan sosial yang masih menghadang.
Menurutnya, langkah penting menuju keadilan sosial bisa dimulai dari hal-hal mendasar. Misalnya, dengan memperkuat ekonomi keluarga dan memberikan dukungan nyata pada usaha-usaha kecil.
“Pemberdayaan adalah kunci. Kita ingin masyarakat bangkit bersama dan saling menguatkan,” tutur Gus Imin.
Sebagai penutup, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri. Gus Imin juga mengingatkan kita semua untuk menjaga silaturahmi, terlebih dalam tradisi mudik Lebaran yang penuh makna itu.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Doakan Ekonomi Indonesia Makin Kuat saat Berangkat Haji 2026
Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri, Diduga Dipicu Masalah Ekonomi dan Cemburu
Tiga Korban Selamat Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumatera Alami Trauma Berat Usai Lompat dari Kendaraan yang Terbakar
Menteri Sosial Pastikan Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Juli, Tampung 1.000 Siswa