Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Israel di Wilayah Tengahnya

- Minggu, 22 Maret 2026 | 03:20 WIB
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Israel di Wilayah Tengahnya

Teheran - Konflik yang memanas di kawasan itu kembali mencatatkan insiden baru. Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-16 milik Israel di wilayah tengah negara mereka. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah mereka menyatakan berhasil mengenai pesawat siluman F-35 Amerika Serikat.

Menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang disiarkan televisi IRIB, Sabtu lalu, aksi penembakan itu dilakukan oleh sistem pertahanan udara mereka. "Pasukan pertahanan udara dari angkatan udara IRGC menembak jatuh pesawat militer F-16 musuh," begitu bunyi pernyataan resmi tersebut.

Kalau kita hitung, ini sudah jet tempur ketiga yang jatuh sejak perang meletup pada akhir Februari. Bukan cuma itu, sejak awal konflik, Iran mengklaim telah melumpuhkan lebih dari 200 unit peralatan militer lawan. Drone, pesawat tanker, dan tentu saja jet-jet tempur, masuk dalam daftar itu.

Insiden dengan F-35 AS sebelumnya memang sempat bikin heboh. IRGC bilang mereka menembaknya saat pesawat itu sedang menjalankan misi pengeboman. Namun, pihak AS punya cerita yang agak berbeda. Centcom, komando pusat AS, hanya mengakui ada satu F-35 yang terpaksa mendarat darurat di sebuah pangkalan udara di Timur Tengah setelah kena tembakan. Mereka enggan menyebut lokasi pastinya.

Yang jelas, kejadian itu cukup mengusik pihak militer AS. Bagaimana tidak? Pesawat siluman canggih seperti F-35, yang didesain untuk tak terdeteksi radar, ternyata bisa dijamah oleh pertahanan udara Iran. Ini tentu jadi pertimbangan serius untuk operasi-operasi mereka selanjutnya.

Suasana di kawasan tetap mencekam. Setiap klaim dari satu pihak langsung dibalas dengan narasi dari pihak lain. Dan sementara pernyataan-pernyataan resmi saling bersahutan, yang jelas pertempuran di udara sepertinya masih jauh dari kata selesai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar