Di perairan internasional lepas pantai Venezuela, personel Amerika Serikat kembali melakukan aksi penyitaan kapal. Ini sudah yang kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Tindakan ini, menurut sejumlah analis, tak lepas dari tekanan yang kian mengeras dari pemerintahan Trump terhadap Caracas.
Seperti dilaporkan CNN, operasi itu terjadi pada hari Sabtu (20/12). Momentumnya berdekatan dengan pengumuman Trump soal 'blokade' untuk kapal-kapal tanker minyak yang terkena sanksi, yang berani masuk atau keluar dari Venezuela. Meski begitu, ada hal menarik dari kapal yang disita kali ini.
Kapal tersebut ternyata bukan kapal yang berada di bawah sanksi AS. Kapal tanker berbendera Panama itu sedang mengangkut minyak asal Venezuela, dengan rencana tujuan akhir di Asia. Berbeda dengan penyitaan sebelumnya pada 10 Desember terhadap kapal tanker besar bernama Skipper yang memang sudah kena sanksi karena dianggap terkait Iran.
Yang mencolok, operasi Sabtu itu berjalan tanpa perlawanan. Awak kapal tanker sama sekali tidak menentang ketika personel AS naik dan mengambil alih kendali.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, kemudian mengunggah sebuah video ke media sosial. Rekaman berdurasi tujuh menit itu memperlihatkan helikopter melayang rendah di atas geladak kapal tanker. Situasinya tegang, digambarkan sebagai 'aksi subuh'.
"Amerika Serikat akan terus mengejar pergerakan ilegal minyak yang dikenai sanksi yang digunakan untuk mendanai terorisme narkoba di kawasan itu,"
Begitu pernyataan Noem. Operasi gabungan ini dipimpin langsung oleh Penjaga Pantai AS, dengan dukungan penuh dari militer. Kapal itu, disebutkan Noem, terakhir kali berlabuh di Venezuela. Sebuah detail yang sepertinya sengaja ditekankan.
Jadi, meski kapal ini sendiri tidak tersanksi, muatannya minyak Venezuela menjadi sasaran. Aksi ini jelas mengirim pesan keras. Washington tampaknya benar-benar serius mengetatkan cengkeramannya, memperlebar jaring intervensi di perairan yang secara geopolitik memang selalu panas.
Artikel Terkait
Ibas Dorong HMI dan Pemuda Jadi Penggerak Perubahan di Milad ke-79
Warga Cilame Tewas Terseret Arus Usai Lantai Rumah di Tepi Sungai Runtuh
Kapolda Metro Jaya Tegaskan Komitmen Pelayanan Humanis dan Peringatkan Bahaya Kesalahan yang Mengecewakan Masyarakat
Saksi Sidang Korupsi TKA Kemnaker Ungkap Permintaan Hapus Bukti WhatsApp