Pasar komoditas menutup Senin (1/12) dengan pergerakan yang beragam. Ada yang merangkak naik, ada pula yang terperosok. Minyak mentah dan nikel, misalnya, justru menguat. Di sisi lain, batu bara, CPO, dan timah malah berakhir di zona merah.
Minyak Mentah: Sentimen Geopolitik Dorong Harga
Serangkaian kejadian geopolitik mendorong harga minyak naik lebih dari 1 persen. Pasar bereaksi terhadap serangan drone Ukraina dan langkah AS yang menutup wilayah udara Venezuela. Belum lagi, keputusan OPEC untuk mempertahankan level produksi di kuartal pertama 2026 turut memberi tekanan ke atas.
Akibatnya, Brent crude ditutup menguat 1,27 persen ke level USD 63,17 per barel.
Sementara itu, minyak AS jenis WTI juga ikut terdongkrak 1,32 persen, mengunci harga di USD 59,32 per barel.
Batu Bara: Sentimen Berbeda
Nasib berbeda dialami batu bara. Komoditas ini justru melemah, turun hampir 2 persen. Berdasarkan pantauan di Ice Newcastle, harganya terpangkas ke posisi USD 108,35 per ton.
CPO: Lanjutkan Tren Turun
Minyak kelapa sawit atau CPO melanjutkan tren pelemahannya di perdagangan Selasa. Harganya tertekan 0,51 persen, menjadi MYR 4.093 per ton.
Nikel: Kenaikan Tipis
Nikel berhasil mencatatkan kenaikan, meski tipis. Di London Metal Exchange (LME), logam ini naik 0,67 persen, bertengger di USD 14.928 per ton.
Timah: Melemah Perlahan
Sementara itu, timah mengalami penurunan yang sangat kecil. Di tempat yang sama, LME, harganya hanya turun 0,06 persen. Posisi penutupannya berada di USD 39.136 per ton.
Artikel Terkait
Petinggi BCA Borong Saham Sendiri di Tengah Tekanan Jual
IMF Peringatkan Utang AS Capai 125% PDB, Butuh Penyesuaian Fiskal Terbesar
Cerebras Systems Ajukan IPO di Nasdaq Didukung Komitmen Besar OpenAI
Harga Minyak Sawit Malaysia Melemah, Dihantam Permintaan Lesu dan Anjloknya Harga Minyak Dunia