Ledakan Petasan di Jombang Lukai Tiga Anak, Satu Harus Diamputasi
Suara ledakan keras mengguncang Dusun Godong, Jombang, Jumat (20/3/2026) sore. Hanya sehari sebelum Lebaran, suasana damai berubah jadi panik. Insiden itu terjadi di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, dan menewaskan harapan untuk perayaan yang tenang. Tiga anak harus dilarikan dengan luka berat, dan satu di antaranya kehilangan jarinya.
Menurut keterangan Kapolsek Ngoro, Iptu Susilo, semuanya berawal sekitar pukul 16.30 WIB. Ketiga korban masih di bawah umur sedang bermain di rumah seorang warga. Mereka bukan sekadar membeli petasan, tapi merakitnya sendiri secara manual. BY dan FW, keduanya 15 tahun, sibuk menggulung kertas dan mengisinya dengan bubuk mercon memakai sendok kertas.
Sementara itu, RD yang baru sepuluh tahun, memegang korek api. Tanpa disadari, percikan apinya menyambar petasan yang sudah jadi dan siap meledak.
"Awal mulanya ada tiga anak di bawah umur sedang membuat gulungan petasan," jelas Iptu Susilo, "namun sebelum ada gulungan petasan itu, sudah ada petasan yang jadi."
"Salah satu anak (RD) memainkan korek, memantik ke gulungan petasan yang sudah jadi, hingga kemudian terjadi ledakan," katanya.
Dampaknya sungguh mengerikan. RD, siswa kelas 4 SD itu, mengalami luka serius di tangannya. Begitu parahnya, jarinya harus diamputasi. FW mendapat luka di area mata dan kepala. BY pun tak luput, dadanya terluka. Kondisi mereka langsung membuat petugas kesehatan kewalahan.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Derby Rhein Berakhir 3-3, Köln Bertahan dengan 10 Pemain