Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih

- Kamis, 02 April 2026 | 01:30 WIB
Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih

Hingga Rabu pagi, 1 April 2026, suasana arus mudik dan balik Lebaran masih terasa kental di stasiun-stasiun kereta api. PT KAI melaporkan angka yang cukup mencengangkan: penjualan tiket untuk periode Angkutan Lebaran tahun ini telah menembus 5.048.200 tiket. Yang menarik, angka itu sudah melampaui total kapasitas tempat duduk yang tersedia, yang 'hanya' 4.498.696. Artinya, penjualan sudah mencapai 112,2% dari kapasitas.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan lebih rinci.

"Secara kumulatif, penjualan tiket Angkutan Lebaran hingga 1 April pukul 10.00 WIB mencapai 5.048.200 tiket. Itu dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk, atau setara 112,2%," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta.

Kalau dirinci, mayoritas peminat ada di layanan Kereta Api Jarak Jauh. Layanan ini mencatat 4.220.296 pelanggan, atau 118,2% dari kapasitasnya. Sementara untuk KA Lokal, angkanya 827.904 pelanggan, mengisi sekitar 89,3% kapasitas.

Nah, untuk pergerakan harian, data terakhir per 31 Maret menunjukkan KAI masih melayani 159.105 penumpang KA Jarak Jauh dengan okupansi 98,8%. Sedangkan untuk hari ini saja, hingga pukul 10.00 WIB, sudah terjual 127.182 tiket atau 78,9% dari kapasitas harian.

"Angka ini masih berpotensi bertambah," kata Anne menambahkan, mengingat penjualan masih berlangsung hingga malam nanti.

Peningkatan volume penumpang ini sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan Maret lalu. Menurut keterangan KAI, sejak saat itu volume terus naik dan bertahan tinggi hingga fase arus balik seperti sekarang. Kereta api rupanya masih jadi primadona, terutama karena jadwalnya yang pasti dan kenyamanannya.

Secara total, dalam rentang 11 hingga 31 Maret 2026, KAI telah mengangkut 4.903.663 pelanggan. Rinciannya, 3.947.226 adalah penumpang KA Jarak Jauh dan 956.437 penumpang KA Lokal. Puncak pergerakan memang terjadi pada fase arus balik, tapi pola kenaikannya bertahap.

Kalau dilihat dari data harian KA Jarak Jauh, trennya jelas. Okupansi mulai melonjak di atas 100% sejak 13 Maret (101,4%), dan mencapai puncaknya pada 24 Maret dengan okupansi 153,4%. Hari-hari dengan beban tertinggi, di atas 140%, terjadi beruntun dari tanggal 22 hingga 29 Maret.

Berikut rincian lengkapnya per hari dari 11 hingga 31 Maret:
11 Maret: 101.617 (63,7%)
12 Maret: 126.208 (79,2%)
13 Maret: 165.675 (101,4%)
14 Maret: 185.871 (113,7%)
15 Maret: 180.856 (110,7%)
16 Maret: 173.753 (106,3%)
17 Maret: 191.413 (117,1%)
18 Maret: 205.842 (125,9%)
19 Maret: 196.324 (120,1%)
20 Maret: 167.685 (104,6%)
21 Maret: 193.635 (120,2%)
22 Maret: 242.810 (150,7%)
23 Maret: 247.025 (154,1%)
24 Maret: 250.650 (153,4%)
25 Maret: 230.822 (141,2%)
26 Maret: 221.307 (135,4%)
27 Maret: 218.395 (133,6%)
28 Maret: 222.101 (135,9%)
29 Maret: 229.261 (140,3%)
30 Maret: 182.763 (111,8%)
31 Maret: 159.105 (98,8%)

Pola ini, menurut Anne, punya sisi positif. "Sebaran volume pelanggan yang tinggi sepanjang periode ini menunjukkan pergerakan masyarakat berlangsung lebih merata, dari awal hingga akhir masa angkutan. Pola seperti ini justru membantu operasional kereta api tetap stabil, meski mobilitasnya sangat tinggi," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar