Konfrontasi AS-Israel-Iran Ubah Peta Persepsi dan Kekuatan di Timur Tengah

- Minggu, 22 Maret 2026 | 23:15 WIB
Konfrontasi AS-Israel-Iran Ubah Peta Persepsi dan Kekuatan di Timur Tengah

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah serangan sempat menimbulkan tanda tanya besar. Namun, transisi kekuasaan berjalan cepat dan mulus. Putranya, Sayyid Mojtaba Khamenei, langsung diangkat sebagai penerus.

Langkah ini jelas bukan sekadar pergantian biasa. Ini adalah sinyal konsolidasi kekuatan yang solid, dengan dukungan penuh dari Garda Revolusi (IRGC). Mojtaba diperkirakan akan mengambil pendekatan yang lebih agresif. Doktrin perang proksinya lewat Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan kelompok sekutu lainnya bisa diperhebat untuk menciptakan "lingkaran api" yang benar-benar mengepung Israel.

Faktor lain yang membuat Iran percaya diri adalah ketahanan ekonominya. Di bawah tekanan sanksi yang menyiksa, perekonomian mereka masih tumbuh sekitar 5%. Sektor minyak dan gas tetap menjadi tulang punggung, menyokong logistik untuk perang yang mungkin berlarut-larut.

Kini, dilema besar menghadang aliansi AS-Israel. Jika tekanan terus dipaksakan, justru bisa melahirkan monster yang lebih berbahaya. Iran yang terpojok dan terluka akan menjadi entitas yang jauh lebih sulit ditebak, dan tentu saja, lebih mematikan. Situasinya semakin rumit, dan jalan keluar yang aman semakin sulit dicari.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar