Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sedang memikirkan cara untuk membangkitkan kembali perusahaan e-commerce lokal. Hal ini ia lakukan setelah mendapat banyak keluhan dari masyarakat.
Keluhan itu berdatangan saat dirinya live di TikTok bersama putranya. Intinya, produk lokal kewalahan bersaing. Pasar digital kita, kata mereka, didominasi oleh platform dan barang-barang impor, terutama dari China.
"Ada banyak keluhan-keluhan yang untuk marketplace, katanya dikuasai sana semua ya," ujar Purbaya.
Ia ditemui di Kantor Pusat DJP, Sabtu (21/3/2026). Dalam kesempatan itu, Purbaya menyebutkan beberapa nama.
"Saya lagi mikir gimana kembalikan marketplace-nya. Enggak hanya yang dikuasai China, misalnya kan Tokopedia dikuasai China kan semuanya. Tiktok mau ke sini juga," tambahnya.
Kekhawatirannya jelas. Digitalisasi yang seharusnya membuka peluang, justru dinilainya menjadi pintu masuk langsung bagi raksasa teknologi China untuk menjangkau konsumen Indonesia. Situasi ini membuatnya gelisah. Menurut Purbaya, penting sekali ada kompetitor lokal yang kuat untuk menyeimbangi dominasi itu dan menjaga kedaulatan ekonomi digital kita.
"Boleh dibilang, digitalisasi kalau seperti itu, sepertinya memberikan pasar ke China langsung," ujarnya.
Lalu, solusinya apa? Purbaya masih mencari jalan. "Saya lagi mikirin, ada nggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China even di pasar domestik ini, di marketplace-nya itu," paparnya.
Kekhawatiran ini bukannya tanpa dasar. Di sisi lain, laporan dari Bain and Company seolah memberi konfirmasi. Platform e-commerce asal China disebut-sebut menguasai hampir separuh pasar di Asia Tenggara, Indonesia tentu termasuk di dalamnya. Angkanya cukup mencengangkan, dengan nilai transaksi atau GMV pada 2024 mencapai USD62 miliar, atau sekitar Rp1.031 triliun.
Jadi, langkah Purbaya merancang strategi ini adalah respons. Sebuah upaya untuk memperkuat posisi pelaku UMKM dan lokapasar dalam negeri di tengah banjirnya produk impor. Tantangannya memang tidak kecil.
Artikel Terkait
BNI Peringatkan Nasabah soal Modus Penipuan Digital yang Minta Data Sensitif
IMF Peringatkan Ekonomi Global Bisa Memburuk Parah Jika Konflik Timur Tengah Berlanjut hingga 2027
Operasi Militer AS-Israel ‘Epic Fury’ Berakhir, Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu dengan Iran Berlaku
Mobil Dinas TNI Berpelat Nomor 1-45 Terekam Lawan Arah di Jakarta Selatan, TNI AD Lakukan Pendalaman