Di Amerika Serikat, gairah untuk memiliki mobil listrik murah kian menggebu. Tapi ada satu hal yang mengganjal: mobil listrik asal China, yang banyak dibicarakan karena harganya yang bersaing, justru sulit didapatkan di sana. Regulasi yang ketat menjadi penghalang utamanya.
Sooren Moosavy, salah satu calon pembeli, mengaku sangat tertarik. Baginya, mobil listrik adalah pilihan untuk hidup lebih ramah lingkungan, plus menawarkan kenyamanan berkendara yang berbeda. Beberapa model dari BYD, Geely, atau Zeekr sudah ada dalam daftar incarannya.
“Saya ingin sekali punya kesempatan untuk membeli atau sekadar test drive,” katanya.
Ketertarikan seperti ini punya alasan yang kuat. Selain desainnya yang kerap tampil futuristik dan interior yang mewah, faktor harga memang jadi magnet utama. Di tengah gempuran harga mobil baru di AS yang melambung, tawaran dari China terasa seperti angin segar.
Clint Simone, seorang editor senior di Edmunds, mengiyakan hal itu. “Teknologi yang mereka tawarkan dengan harga segitu sangat mengejutkan,” ujarnya.
Memang, di panggung global, mobil listrik China sudah punya reputasi: fitur lengkap, harga bersaing. Ambil contoh di Eropa, beberapa model dijual di bawah 30 ribu dolar AS, namun sudah dibekali sistem bantuan pengemudi canggih dan hiburan kabin yang menarik.
Namun begitu, ceritanya jadi lain begitu sampai ke Amerika. Pemerintah setempat memberlakukan tarif impor yang sangat tinggi bahkan bisa melampaui 100 persen untuk kendaraan dari China. Di balik kebijakan ini, ada kekhawatiran mendalam soal keamanan data dan tentu saja, perlindungan untuk industri otomotif dalam negeri.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Naik, Antam Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
Astrologi Sebut 4 Zodiak yang Kerap Alami Kesulitan dalam Hubungan Asmara
SIM Keliling Tetap Beroperasi Hari Minggu, Dispensasi Perpanjangan Resmi Berakhir
BMKG: Hujan Masih Guyur Sejumlah Kota, Waspada Potensi Petir di Arus Balik