Jakarta – Wacana kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) kembali mencuat. Pemerintah dikabarkan sedang mengkaji sistem kerja fleksibel ini, meski belum ada kepastian kapan akan diterapkan. Rupanya, ini bagian dari upaya efisiensi yang digulirkan pemerintah sekarang.
Menurut sejumlah sumber, pembahasan WFH ini bukanlah hal baru. Namun begitu, semangat untuk merealisasikannya kini tampak lebih serius. Bahkan, isu ini disebut-sebut menjadi perhatian khusus di tingkat tertinggi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyebut bahwa langkah mengkaji WFH merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Iya, ini arahan Bapak Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna," ujar Prasetyo.
Di sisi lain, meski terdengar menarik bagi sebagian karyawan, implementasinya tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kajian mendalam, mulai dari sektor mana saja yang memungkinkan, hingga pengaturan teknisnya. Apalagi, tidak semua jenis pekerjaan bisa diadaptasi dengan skema kerja jarak jauh.
Nuansa ruang rapat kabinet seolah masih terasa. Arahan presiden itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mengoptimalkan kinerja sekaligus beradaptasi dengan tren kerja kekinian. Efisiensi jadi kata kuncinya. Tapi, bagaimana detailnya? Itu yang masih digodok.
Jadi, meski wacananya sudah bergulir, masyarakat mungkin masih perlu bersabar. Semuanya masih dalam tahap pembahasan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah
Pemkab Bogor Siapkan Rp100 Miliar untuk Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Tiga Kecamatan
Kemensos Targetkan 32.000 Siswa Baru di Sekolah Rakyat pada Juli 2026