Minggu siang itu, cuaca di Desa Gobah, Tambang, terik. Tepat pukul 12.00 WIB, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan tiba di ujung Jembatan Merah Putih Presisi. Agenda utamanya jelas: mengecek kesiapan akhir jembatan yang sebentar lagi akan diresmikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Di lokasi, Herry tak sendirian. Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi dan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang sudah menunggu. Bupati Kampar Ahmad Yuzar juga hadir, menyambut kedatangan sang Kapolda beserta sejumlah pejabat utama lainnya. Suasana terlihat serius tapi penuh harap.
Dengan langkah pasti, Kapolda dan rombongan pun menyusuri jembatan sepanjang 27,5 meter itu. Matanya menyapu setiap detail. Dari kekokohan konstruksi, kerapihan pengaspalan, hingga penerangan jalan. Tak ada yang luput dari pemeriksaan. Peninjauan ini memang untuk memastikan semuanya seratus persen siap, jauh sebelum Kapolri turun tangan memotong pita.
"Kami ingin memastikan semuanya berjalan sempurna," ujar Irjen Herry Heryawan, sambil menatap struktur jembatan.
"Bukan hanya soal fisik bangunan yang harus kokoh, tapi juga aspek estetika dan kenyamanan bagi pengendara yang nantinya melintas."
Namun begitu, perhatiannya tak cuma pada beton dan besi. Ia juga mengingatkan jajarannya soal kebersihan area sekitar. Bahkan cuaca pun diantisipasi. Kabarnya, hujan diperkirakan turun saat hari-H peresmian. "Harus siap dengan segala skenario," kira-kira begitu pesannya.
Gladi bersih pun digelar di tempat. Herry ingin memastikan seluruh rangkaian acara, dari penyambutan hingga prosesi inti, berjalan mulus tanpa kendala. Instruksinya kepada personel tegas: perhatikan detail terkecil sekalipun.
"Karena jembatan ini bukan sekadar simbol pembangunan fisik," imbuhnya, memberi penekanan.
"Melainkan jembatan harapan bagi anak-anak sekolah di Kampar untuk meraih cita-cita mereka dengan lebih aman dan cepat."
Ucapan itu bukan retorika belaka. Saat ini, area jembatan memang sudah bersolek. Selain pengecekan teknis, Kapolda memastikan jalur-jalur yang akan dilalui siswa sekolah di sekitar jembatan tertata rapi dan aman. Kehadiran jembatan ini diharapkan jadi urat nadi baru. Ia bakal memperlancar konektivitas antar desa dan mendongkrak ekonomi warga lokal. Tapi yang paling menyentuh, tentu fungsinya sebagai akses vital anak-anak menuju sekolah.
Antusiasme masyarakat setempat dan pemerintah daerah terasa nyata. Bagi mereka, setiap jengkal aspal di jembatan ini adalah langkah pasti menuju masa depan yang lebih cerah untuk generasi muda Kampar.
Rencananya, jembatan selebar 4 meter ini akan diresmikan pada Selasa, 18 Maret. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memimpin acara, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Semua mata kini tertuju pada Desa Gobah, menunggu hari dimana jembatan harapan itu akhirnya dibuka.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Klaim Berhasil Kembalikan Arus Kekayaan Negara ke Rakyat Lewat Program Strategis
PT KAI Sediakan Layanan Pendampingan Psikologis bagi Korban Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur
Arsenal dan Atletico Madrid Imbang 1-1 di Leg Pertama Semifinal Liga Champions
Prabowo Berkelakar soal Pingsan hingga Stres saat Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap