Fakta demi fakta terkait tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, mulai terkuak satu per satu. Rismon Sianipar, seorang pemerhati yang awalnya turut meragukan keabsahan dokumen pendidikan kepala negara, justru menjadi pihak yang membongkar sejumlah kebohongan di balik isu yang telah lama bergulir ini. Setelah sebelumnya mengupas tuntas tulisan Bambang Tri dalam buku Jokowi Undercover, Rismon kini mengungkap manipulasi informasi yang dilakukan oleh Michael Sinaga, seorang jurnalis yang kerap menjadi narasumber dalam isu tersebut.
Rismon mengaku menemukan adanya kebenaran yang sengaja ditutupi atau bahkan dipelintir oleh Michael Sinaga. Kebohongan itu, menurutnya, berkaitan langsung dengan status ijazah SMA Jokowi yang selama ini dipersoalkan. Seperti diketahui, Jokowi merupakan alumnus SMAN 6 Surakarta, yang sebelumnya bernama SMPP 40. Persoalan muncul ketika para penuduh menyebut bahwa SMAN 6 Surakarta baru berdiri pada 1980, sementara Jokowi menamatkan pendidikan menengah atas pada tahun-tahun sebelum sekolah tersebut resmi didirikan.
Klaim itu semakin memperkuat keyakinan kubu Roy Suryo dan sejumlah pihak lain bahwa ijazah Jokowi adalah palsu. Rismon, yang pada awalnya ikut dalam keraguan tersebut, merasa tertantang untuk menelusuri langsung jejak SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi menuntaskan pendidikan. Ia berangkat ke Solo bersama Michael Sinaga dengan semangat mengumpulkan bukti dan fakta.
"Jadi ada narsum di Solo, entah narsumnya Bambang Tri atau narsum komunitas anti Jokowi di Solo, yang bercerita ada teman satu angkatan Jokowi di SMPP 40 Surakarta. Stempel ijazahnya tidak ada SMAN 6 Surakarta," ungkap Rismon dalam sebuah wawancara di podcast OTT.
Dalam perjalanan itu, Rismon justru menemukan fakta yang membuatnya sempat merasa malu. Ia mendapati bahwa stempel pada ijazah Jokowi yang mencantumkan nama dua sekolah, SMPP 40 dan SMAN 6 Surakarta ternyata persis sama dengan dokumen asli yang ada di lapangan. "Tahu hasilnya apa? Plek, persis seperti yang ada di ijazah Pak Jokowi. Stempelnya SMPP 40 dalam kurung SMAN 6 Surakarta," tutur Rismon dengan ekspresi seperti terkena prank.
Rismon pun menantang Michael Sinaga, yang saat itu ikut serta dalam penelusuran, untuk berani membuka fakta dengan jujur dan tidak ikut menyembunyikan kebenaran. "Jadi kita jangan bohong. Jangan disembunyikan hanya karena itu melemahkan posisi mereka. Ada di Solo, dan dia sendiri yang menunjukkan kepada saya," lanjut Rismon dengan nada suara meninggi.
Artikel Terkait
Trump Sebut Netanyahu Hampir Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran
13 Federasi Sepak Bola Kecam Kritik Presiden UEFA soal Perluasan Piala Dunia
Pegawai MBG Tewas Dibacok saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Komisi V DPR Yakin Sekolah Rakyat Jabar II di Cikarang Rampung Sebelum Tahun Ajaran 2026/2027