PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp89 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Besaran dividen yang dibagikan setara dengan Rp150 per saham. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan tahun buku 2024, meskipun laba bersih perseroan pada tahun lalu mengalami penurunan signifikan. Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp195 miliar, atau merosot 40 persen secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp325 miliar.
Dengan nominal dividen yang sama, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih justru meningkat menjadi 46 persen. Dari total laba yang diperoleh, perseroan mengalokasikan Rp500 juta sebagai dana cadangan, sehingga total akumulasi cadangan perusahaan saat ini mencapai Rp12 miliar.
Dari sisa laba bersih, sebanyak Rp89,25 miliar akan dibagikan secara proporsional sebagai dividen tunai kepada pemegang 595 juta saham. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp63,8 miliar ditetapkan dan dibukukan sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perseroan, termasuk modal kerja, pembayaran utang, dan keperluan lainnya.
Hingga siang hari ini, harga saham CEKA tercatat berada di level Rp2.270 per lembar. Dengan demikian, indikasi imbal hasil atau dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 6,6 persen.
Artikel Terkait
Sektor Barang Konsumsi Dinilai Jadi Tempat Berlindung Aman bagi Investor di Tengah Risiko Kebijakan
IHSG Melonjak 3,63% di Awal Pekan, Didorong Kesepakatan Damai AS-Iran
IHSG Tembus 6.177 pada Awal Pekan, Seluruh Sektor dan Indeks Acuan Kompak Menguat
Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN di Jakarta Mulai 10 Juni, Pakai Kode Promo HUTDKI499