Pegawai MBG Tewas Dibacok saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor, Polisi Amankan Tiga Pelaku

- Senin, 15 Juni 2026 | 13:25 WIB
Pegawai MBG Tewas Dibacok saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor, Polisi Amankan Tiga Pelaku

Seorang pegawai dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Cikarang, Bekasi, tewas setelah menjadi korban pembacokan dalam sebuah aksi tawuran di wilayah Tanahsareal, Kota Bogor. Peristiwa nahas itu terjadi saat korban yang diketahui bernama MHF (21) tengah dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor bersama adiknya, Minggu dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Tanahsareal, Iptu Roy Siagian, mengungkapkan bahwa korban tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam tawuran yang terjadi saat itu. Ia hanya kebetulan melintas di lokasi kejadian dan menjadi sasaran serangan secara tiba-tiba.

“Dia ini kan kerja di MBG Cikarang, malam itu (korban) baru pulang juga, lewat di lokasi tawuran. Dari keterangan keluarga juga menyebut tidak terlibat tawuran dan dari pelaku juga mereka memang tidak kenal. Cuma saat kejadian, dia lewat, dia klakson terus dibacokin,” kata Roy kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurut penjelasan Roy, korban saat itu baru saja tiba dari rumah bibinya yang berada di kawasan Kebon Pedes. Saat hendak kembali bersama adiknya, ia harus melewati sekelompok pemuda yang sedang terlibat bentrokan. “Begitu dia mau pulang sama adiknya, dia naik motor mau lewat ke Kebon Pedes lewatin orang tawuran itu, diklaksonin kan,” imbuhnya.

Sementara itu, polisi mendapati bahwa tawuran tersebut melibatkan tiga kelompok geng pemuda, yaitu geng Yasmin, Cimanggu, dan Kebon Pedes. Dua kelompok pertama disebut bergabung untuk melawan kelompok Kebon Pedes. Insiden berdarah itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

“Jadi ada tiga kelompok geng, ada namanya geng Yasmin, geng Cimanggu, sama (geng) Kebon Pedes itu. Jadi geng Yasmin sama Cimanggu gabung lawan Kebon Pedes,” jelas Roy.

Dalam perkembangan penyelidikan, aparat kepolisian telah mengamankan tiga orang pelaku pembacokan. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Meski demikian, polisi belum menetapkan status tersangka bagi para pelaku yang telah diamankan.

“Kemudian kita tetapkan ada empat yang ikut membacok, namun satu orang lagi masih dalam pengejaran, sudah kita tetapkan DPO. Jadi yang tiga orang sudah kita amankan dan diduga pelaku utamanya juga sudah dapat (diamankan), satu orang masih pengejaran,” kata Roy.

“Jadi sampai hari ini kita masih proses penyelidikan, selanjutnya akan gelar perkara untuk penetapan tersangka dan hari ini yang tiga pelaku ini akan kita tahan. Belum (penetapan tersangka) masih proses pemeriksaan,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar