Krakatau Steel Cetak Laba Rp160 Miliar di Semester I 2026, Arus Kas Masih Tertekan

- Jumat, 31 Juli 2026 | 00:30 WIB
Krakatau Steel Cetak Laba Rp160 Miliar di Semester I 2026, Arus Kas Masih Tertekan

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar USD9,17 juta atau setara Rp160 miliar pada semester pertama 2026. Capaian ini kontras dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih USD107,1 juta.

Manajemen perusahaan baja pelat merah itu menyebut transformasi berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan sebagai kunci perbaikan kinerja. Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara menjadi faktor penting yang melancarkan pasokan bahan baku, meningkatkan utilisasi produksi, serta memperbaiki efisiensi struktur pendanaan.

"Dukungan tersebut mendorong peningkatan kinerja perseroan," ujar manajemen Krakatau Steel dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Hingga akhir Juni 2026, pendapatan usaha perseroan tercatat USD622,74 juta atau setara Rp11,15 triliun, naik 35,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD460,83 juta. Selain itu, perseroan juga mencatat keuntungan dari penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan (haircut) atas utang restrukturisasi sebesar USD27,19 juta. Restrukturisasi itu turut menekan beban keuangan hingga 32,7 persen menjadi USD47,35 juta dari USD70,35 juta.

Perseroan juga membukukan pendapatan dari divestasi entitas asosiasi dan aset keuangan sebesar USD14,23 juta sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio investasi. Dengan berbagai faktor tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD10,94 juta, berbalik dari rugi bersih USD105,38 juta pada semester I-2025.

Meski kinerja laba membaik, arus kas perseroan masih tertekan. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat negatif USD156,9 juta, memburuk dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang negatif USD32,8 juta. Kondisi ini terjadi karena kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD631,6 juta belum mampu menutup pembayaran kepada pemasok sebesar USD727,4 juta dan karyawan sebesar USD35,1 juta.

Namun, perseroan menerima utang jangka pendek USD145 juta, menarik deposito berjangka USD45,4 juta, dan menerima hasil penjualan entitas asosiasi USD16,6 juta. Alhasil, hingga Juni 2026, posisi kas dan setara kas naik USD30,8 juta menjadi USD89,4 juta.

Memasuki semester kedua, manajemen akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional, penguatan struktur keuangan, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan juga berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags