Organisasi masyarakat Yakuza Maneges mengambil tindakan tegas dengan menyegel tiga lokasi pondok pesantren di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, buntut dari dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pimpinan pesantren. Langkah ini diambil setelah organisasi tersebut menerima laporan dari korban dan berkoordinasi dengan warga yang mengaku telah lama resah dengan situasi di lingkungan pendidikan keagamaan itu.
Penyegelan dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026, setelah Yakuza Maneges berdialog dengan warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekhawatiran masyarakat sebenarnya sudah muncul sejak lama. Bahkan, sekitar sepuluh tahun lalu, warga sempat hampir membakar pondok pesantren tersebut akibat isu serupa yang disebut-sebut berulang tanpa pernah ada penyelesaian hukum yang memadai.
Sekretaris Jenderal Yakuza Maneges, Rizky Bagus, menjelaskan bahwa penyegelan ini bertujuan memberikan rasa keadilan kepada para korban sekaligus mencegah potensi konflik sosial yang lebih luas. Menurutnya, keputusan tersebut didasari oleh laporan resmi serta kesaksian langsung dari para korban.
“Karena ketegasan dan dukungan dari warga dan keterangan korban, kami melangkah ke kepolisian dan untuk sementara kami segel dulu supaya nanti ada pembenahan dari pondok ini,” ujar Rizky kepada wartawan.
Ketiga lokasi pondok pesantren yang disegel berada di desa yang sama. Rizky menambahkan, seluruh lokasi tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan pondok pesantren yang sama, meskipun berada di tempat yang berbeda.
Sementara itu, terkait nasib para santri, Rizky memastikan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Semua santri yang sebelumnya tinggal di pondok tersebut telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Komisi V DPR Yakin Sekolah Rakyat Jabar II di Cikarang Rampung Sebelum Tahun Ajaran 2026/2027
Enam Remaja di Jimbaran Aniaya Siswa SMP, Berakhir Damai Lewat Mediasi
Pegawai Dapur MBG Tewas Dibacok Saat Melintas di Lokasi Tawuran di Bogor
Trump Umumkan Kesepakatan dengan Iran, Izinkan Pembukaan Selat Hormuz