Bus Agra Mas Tabrak Truk Bawang di Tol Solo-Ngawi, 1 Tewas dan 31 Luka-luka

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:30 WIB
Bus Agra Mas Tabrak Truk Bawang di Tol Solo-Ngawi, 1 Tewas dan 31 Luka-luka

Sabtu (21/3) dini hari, suasana hening di Tol Solo-Ngawi KM 566 700 A, wilayah Kedunggalar, Ngawi, tiba-tiba berubah jadi chaos. Sebuah bus Agra Mas bernopol B 7546 KGA terlibat tabrakan hebat dengan truk pengangkut bawang merah bernopol BE 8969 HR. Waktu itu baru lewat pukul 04.00 WIB.

Dampaknya sungguh tragis. Satu orang tewas di tempat kejadian, sementara puluhan lainnya harus berjuang dengan luka-luka. Total korban luka mencapai 31 orang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto, membeberkan rincian penumpang. Bus itu mengangkut 26 penumpang dewasa, ditambah tiga anak-anak. Belum lagi dua awak bus yang bertugas.

Lantas, apa pemicu insiden maut ini? Dugaan sementara mengarah pada kelalaian pengemudi bus berinisial MS. Dia diduga tak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya, yang saat itu ada truk yang dikendarai ZA.

Agus menjelaskan lebih lanjut berdasarkan keterangan di lokasi.

"Menurut saksi yang ada di TKP, pengemudi bus Agra Mas kurang waspada. Jarak sudah terlalu dekat, dan karena kurang hati-hati, tabrakan pun tak terhindarkan," kata Agus.

Pemandangan di TKP sungguh memilukan. Bus itu teronggok miring dengan kerusakan parah di berbagai bagian bodinya. Truk yang ditabrak pun tak kalah rusak, terutama di bagian belakang. Muatan bawang merahnya berserakan di aspal, menambah kesan berantakan di lokasi kejadian.

Di sisi lain, proses evakuasi korban berlangsung cepat. Semua korban langsung dilarikan ke RS Widodo Ngawi untuk mendapat pertolongan. Sayangnya, satu nyawa tak tertolong.

Agus menegaskan,

"Korban mengalami luka-luka dan meninggal dunia dalam perawatan," ujarnya.

Korban jiwa itu ternyata adalah sopir bus itu sendiri, MS. Setelah ditabrak, dia mengalami luka robek di wajah dan yang lebih parah, kaki kanannya patah. Upaya tim medis di rumah sakit rupanya tak cukup untuk menyelamatkannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar