Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 23:30 WIB
Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak

tvOnenews.com – Mimpi bermain di Eropa adalah impian hampir setiap pesepak bola Indonesia. Tapi dari Papua, datang sebuah cerita yang berbeda. Kisah tentang Yohanes Pahabol, seorang winger yang punya kecepatan luar biasa. Yang menarik, dia pernah dapat tiket emas menuju Villarreal CF di Liga Spanyol. Namun, peluang itu justru dia tolak.

Kisah ini ramai lagi dibicarakan awal Maret 2026. Seolah mengingatkan kita, talenta dari Timur Indonesia sebenarnya sudah lama jadi incaran pemandu bakat internasional. Villarreal, klub yang dijuluki The Yellow Submarine itu, dikabarkan serius mengamati Pahabol. Saat itu, performanya sedang gemilang bersama Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia.

Dianjurkan Mantan Striker Kamerun

Yohanes Pahabol (Sumber: Instagram/pahabol.yohanes)

Peluang itu tak muncul dari ruang hampa. Ada sosok di belakangnya: Claude Ngon A Djam. Dia mantan penyerang Timnas Kamerun yang pernah satu tim dengan Pahabol di Persidafon Dafonsoro. Terkesan dengan skill individu Pahabol yang dianggapnya jauh di atas rata-rata, Ngon A Djam sampai menyamakannya dengan Lionel Messi.

Dia pun tak sungkan mempromosikan bakat muda itu ke seorang agen di Spanyol.

“Pahabol itu pemain bagus. Saya mau bawa dia main di Eropa. Saya panggil teman, seorang agen sepak bola di Spanyol yang sering membawa pemain ke Villarreal,” ujar Ngon A Djam, seperti dikutip dari kanal YouTube Sport77, Kamis (19/3/2026).

“Saya bilang ke dia. Eh friend, ini ada anak di Indonesia mainnya seperti Lionel Messi. Bagus sekali mainnya, usianya juga masih muda. Dia pun minta saya mengirim video permainan Pahabol,” lanjut eks bomber Sriwijaya FC itu.

Ditolak, Karena Takut Duluan

Yohanes Pahabol (Sumber: Instagram/pahabol.yohanes)

Awalnya, Pahabol menyambut gagasan itu dengan semangat. Bayangan main di Eropa jelas menggoda. Dia pun setuju saat diajak bicara serius oleh Ngon A Djam.

“Saya bilang ke Pahabol. Saya bukan agen, tapi saya suka gaya permainan kamu dan ingin bantu karier kamu. Saat itu, Pahabol bilang mau (main di luar),” tegas pria 46 tahun itu.

Namun begitu, antusiasme itu akhirnya mereda. Entah apa yang ada di pikiran Pahabol saat itu. Yang jelas, dia memilih untuk tidak meneruskan prosesnya. Tiket emas menuju La Liga itu pun akhirnya terlepas begitu saja.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar