Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam belakangan ini rupanya memicu langkah serius dari pemerintah. Mereka tak main-main. Langkah itu adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebuah perubahan besar-besaran yang mengubah status bursa dari organisasi nirlaba milik anggota menjadi perusahaan publik yang sahamnya bisa dibeli siapa pun.
Nantinya, kepemilikan BEI tak akan dimonopoli satu pihak. BPI Danantara memang sudah dipastikan bakal jadi pemegang saham strategis. Tapi, itu bukan cerita akhirnya. Pemerintah punya rencana lebih luas: membuka peluang bagi lembaga keuangan internasional untuk turut serta. Tujuannya jelas, mendongkrak transparansi dan menyelaraskan standar dengan bursa global.
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyambut positif rencana keterbukaan ini. Baginya, ini adalah upaya mencari formula tata kelola terbaik untuk bursa.
"Tentunya bukan hanya Danantara, tapi juga dari institusi keuangan dunia lainnya pun akan dibuka. Saya disampaikan seperti itu. Ya, nanti kita lihat yang terbaiknya seperti apa,"
Artikel Terkait
Beras Premium Indonesia Siap Temani Jemaah Haji di Tanah Suci
Menkeu Purbaya Dorong Dana Pensiun dan Asuransi Masuk ke Saham LQ45
Rupiah Tersenyum Tipis, Tapi Modal Asing Kabur Rp12,5 Triliun
Shutdown AS Kembali Terjadi, Tapi Dampaknya Tak Separah Sebelumnya