Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam belakangan ini rupanya memicu langkah serius dari pemerintah. Mereka tak main-main. Langkah itu adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebuah perubahan besar-besaran yang mengubah status bursa dari organisasi nirlaba milik anggota menjadi perusahaan publik yang sahamnya bisa dibeli siapa pun.
Nantinya, kepemilikan BEI tak akan dimonopoli satu pihak. BPI Danantara memang sudah dipastikan bakal jadi pemegang saham strategis. Tapi, itu bukan cerita akhirnya. Pemerintah punya rencana lebih luas: membuka peluang bagi lembaga keuangan internasional untuk turut serta. Tujuannya jelas, mendongkrak transparansi dan menyelaraskan standar dengan bursa global.
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyambut positif rencana keterbukaan ini. Baginya, ini adalah upaya mencari formula tata kelola terbaik untuk bursa.
"Tentunya bukan hanya Danantara, tapi juga dari institusi keuangan dunia lainnya pun akan dibuka. Saya disampaikan seperti itu. Ya, nanti kita lihat yang terbaiknya seperti apa,"
Ucap Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu lalu.
Di balik gebrakan ini, ada instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, ingin menghapus praktik pasar yang dianggap tidak sehat dan mengikis habis benturan kepentingan yang kerap terjadi antara pengurus bursa dan para anggotanya. Sorotan dari lembaga keuangan dunia soal kurang transparannya data BEI yang dituding memicu keruntuhan pasar jelas menjadi pemicu utama. Tekanan itu tak bisa diabaikan begitu saja.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pun menegaskan, reformasi ini adalah prioritas. "Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar antara lain dengan reform pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa," tegas Airlangga.
Dengan berubah jadi perusahaan publik, harapannya BEI bisa menerapkan standar pelaporan dan pengawasan yang lebih ketat. Selevel dengan bursa-bursa ternama di dunia. Pada akhirnya, transformasi struktural ini diharapkan bisa memulihkan kepercayaan investor global. Sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan saham yang lebih adil, transparan, dan benar-benar bersih dari kepentingan tersembunyi.
Artikel Terkait
BSSR Tetapkan Kurs Dividen Final Rp18.171 per Dolar AS, Total Bagikan Rp1,27 Triliun
Debitur Alihkan Jaminan Fidusia Tanpa Izin, PT MNC Guna Usaha Indonesia Tempuh Jalur Hukum
Telkom Resmi Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025, Perkuat Integrasi ESG dan Transisi Rendah Karbon
OJK: Mayoritas Indikator Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia Kokoh, Dua Kriteria Masih Perlu Perbaikan