Konfrontasi langsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran akhirnya membuka apa yang selama ini tersembunyi: kekuatan sebenarnya dari rezim Mullah. Ini bukan lagi soal perbatasan atau kedaulatan semata. Bagi Teheran, ini adalah pertaruhan hidup-mati untuk mempertahankan legitimasinya, di tengah desakan dari luar dan gejolak dari dalam negeri.
Yang mengejutkan banyak pihak, ketangguhan Iran menghadapi dua raksasa militer itu justru mengubah peta persepsi di Timur Tengah. Selama puluhan tahun, Israel seolah kebal hukum, tanpa ada kekuatan regional yang sanggup menandinginya. Kini, situasinya berbeda.
Menurut analis kawasan Hasibullah Satrawi, muncul fenomena menarik. Iran mulai dipandang sebagai "pahlawan baru" di mata sebagian publik Arab.
Kemampuan mereka menjangkau sudut-sudut terjauh Israel dengan serangan drone dan rudal menjadi bukti nyata. Meski dikepung embargo ketat sejak revolusi 1979, Iran rupanya berhasil membangun industri pertahanan sendiri yang cukup mumpuni. Bahkan, sistem pertahanan udara paling canggih pun bisa ditembus.
Di sisi lain, peristiwa ini berpotensi membuka peluang baru bagi Teheran. Bisa saja mereka menjadi "pasar" alternatif bagi persenjataan negara-negara tetangga yang mulai meragukan janji perlindungan keamanan dari Barat. Kepercayaan itu mulai retak.
Artikel Terkait
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Harta di Balik Mutilasi Perempuan Samarinda
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi
Buka Tutup Akses MBZ Diterapkan Lagi Atasi Kemacetan Mudik