Banjir Rendam Permukiman di Pekayon Saat Idulfitri, Warga Mengungsi

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 23:50 WIB
Banjir Rendam Permukiman di Pekayon Saat Idulfitri, Warga Mengungsi

Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur Jakarta sepanjang hari Sabtu, tepat di momen Idulfitri. Akibatnya, sejumlah wilayah tak luput dari genangan. Di Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, situasinya cukup parah. Permukiman warga terendam, bahkan tempat ibadah seperti Masjid Jami' Al-Ma’mur pun tak bisa menghindar dari air yang menggenang.

Menurut sejumlah saksi, semua ini berawal dari hujan lebat yang turun sejak sore. Tapi, ada dugaan lain. Tri, seorang warga berusia 48 tahun, punya pendapat sendiri. Dia merasa air yang merendam rumah-rumah itu bukan cuma dari langit Jakarta.

“Mulai sore hujan deras, ini kayaknya kiriman dari Bogor. Biasanya dari arah Jatinegara juga lewat Kali Cipinang,” ujarnya, ditemui di lokasi yang masih digenangi air.

Bagi Tri, banjir setinggi ini tergolong anomali. Wilayahnya, katanya, biasanya aman-aman saja. “Kalau hujan biasanya nggak pernah banjir sampai begini,” katanya sambil menghela napas.

Rasanya pahit. Di hari yang seharusnya penuh sukacita, dia justru harus berurusan dengan air yang membanjiri rumahnya. Perasaan sedih itu tak bisa dibendung.

“Ya nangis aja lah gue, lagi lebaran begini rumah kebanjiran. Sedih banget,” ucap Tri.

Kerugiannya nyata. Kasur, kulkas, dan berbagai perabotan lain terendam. Bahkan sebuah sepeda motor terpaksa dibiarkan di dalam rumah karena tak sempat diselamatkan. Situasinya makin rumit karena beberapa warga, terutama para lansia, dilaporkan terjebak di lantai atas rumah mereka.

“Ada warga kita yang orang tua kejebak di atas,” tambah Tri.

Menyikapi keadaan, petugas gabungan langsung bergerak. Tim dari pemadam kebakaran dan instansi terkait dikerahkan untuk proses evakuasi dan memberikan bantuan seperlunya.

Di sisi lain, cerita serupa datang dari Robi (32), pemilik sebuah warung di Jalan Cibubur. Tokonya sempat terendam, meski untungnya tak separah yang lain.

“Hujan dari jam tiga, air sempat di atas lutut. Alhamdulillah barang-barang toko masih bisa diamankan,” tuturnya, bersyukur kerugian materialnya tidak lebih besar.

Hari raya yang seharusnya dirayakan dengan khidmat, akhirnya berubah menjadi malam panjang bagi warga Pekayon. Mereka berjibaku dengan genangan, berharap air cepat surut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar