Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP

- Senin, 23 Maret 2026 | 01:30 WIB
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP

Malam Minggu di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, bukan cuma soal balapan. Ini soal sejarah yang tiba-tiba menjadi nyata. Di bawah sorot lampu lintasan yang menyilaukan, seorang remaja berusia 17 tahun dari Wonosari melakukan sesuatu yang selama puluhan tahun terasa mustahil bagi Indonesia.

Veda Ega Pratama. Namanya mungkin masih asing bagi banyak orang. Tapi setelah malam itu, ia takkan mudah dilupakan.

Balapan Moto3 Brasil 2026 awalnya berjalan biasa saja. Veda start dari posisi keempat, posisi bagus untuk seorang debutan. Tapi Moto3 itu kelas yang brutal. Sejak lampu hijau, ia langsung terlempar ke belakang, bahkan sempat tercecer ke posisi ke-10. Bisa saja ceritanya berakhir di situ debutan kehilangan ritme, lalu hilang dari persaingan.

Tapi balapan belum selesai. Dan Veda belum menyerah.

Lap ke-14 mengubah segalanya. Insiden yang melibatkan Scott Ogden memaksa panitia mengibarkan bendera merah. Balapan dihentikan. Karena jarak tempuh belum mencapai dua pertiga, regulasi mengharuskan restart dengan sisa lima lap saja.

Nah, di sinilah ceritanya berubah. Restart itu seperti panggung baru, lebih pendek dan lebih ganas. Hanya yang bermental baja yang bisa bertahan.

Dan Veda membuktikan dirinya punya mental itu.

Lima lap terakhir itu adalah tontonan luar biasa. Dengan tenang tapi penuh keyakinan, ia menyusul satu per satu pembalap di depannya. Bukan dengan gaya ugal-ugalan, tapi dengan presisi yang matang. Ia membaca celah, memanfaatkan slipstream, menempatkan motornya di titik yang tepat. Ia tak lagi terlihat seperti pemula.

Memasuki lap terakhir, duel sengit terjadi. Di depannya, Alvaro Carpe dari Spanyol bertahan mati-matian. Kecepatan tinggi, tikungan demi tikungan. Satu kesalahan berarti gagal.

Veda menunggu momennya.

Di tikungan penentu, menjelang garis finis, ia menyelip dengan berani. Manuver sempurna. Ia merebut posisi ketiga dan mempertahankannya sampai garis finis.

Podium. Akhirnya.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar