Langit di atas Israel mendadak sepi dari lalu lintas pesawat sipil. Langkah ini diambil setelah militer melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan pendahuluan" ke Iran. Tak cuma itu, keadaan darurat pun diberlakukan di seluruh wilayah negara itu.
Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, mengeluarkan pengumuman resmi. "Menyusul perkembangan keamanan, Menteri Perhubungan telah memerintahkan Direktorat Otoritas Penerbangan Sipil Israel untuk menutup wilayah udara Negara Israel bagi penerbangan sipil," begitu bunyi pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (28/2/2026).
Sebelum pengumuman itu, Kementerian Pertahanan Israel sudah lebih dulu membuat pernyataan keras. Mereka mengonfirmasi bahwa pasukannya telah memulai serangan terhadap Iran.
"Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran," tegas kementerian itu. Pernyataan yang sama juga menyebutkan, Menteri Pertahanan Israel Katz langsung menetapkan status darurat khusus dan berlaku segera untuk seluruh negeri.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel, Desak DK PBB Bertindak
Wakil Ketua MPR Apresiasi Progres Ekonomi Karbon, Soroti Pentingnya Kepastian bagi Investor
Iran Kecam Serangan Rudal di Teheran sebagai Pelanggaran Kedaulatan oleh AS dan Israel
Erick Thohir Apresiasi 10 Tahun Kepemimpinan Infantino, Sebut Dampaknya Nyata untuk Indonesia