Israel Tutup Wilayah Udara dan Berlakukan Status Darurat Usai Serangan ke Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:40 WIB
Israel Tutup Wilayah Udara dan Berlakukan Status Darurat Usai Serangan ke Iran

Langit di atas Israel mendadak sepi dari lalu lintas pesawat sipil. Langkah ini diambil setelah militer melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan pendahuluan" ke Iran. Tak cuma itu, keadaan darurat pun diberlakukan di seluruh wilayah negara itu.

Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, mengeluarkan pengumuman resmi. "Menyusul perkembangan keamanan, Menteri Perhubungan telah memerintahkan Direktorat Otoritas Penerbangan Sipil Israel untuk menutup wilayah udara Negara Israel bagi penerbangan sipil," begitu bunyi pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (28/2/2026).

Sebelum pengumuman itu, Kementerian Pertahanan Israel sudah lebih dulu membuat pernyataan keras. Mereka mengonfirmasi bahwa pasukannya telah memulai serangan terhadap Iran.

"Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran," tegas kementerian itu. Pernyataan yang sama juga menyebutkan, Menteri Pertahanan Israel Katz langsung menetapkan status darurat khusus dan berlaku segera untuk seluruh negeri.

Di sisi lain, situasi di lapangan tampak mencekam. Sirene-sirene peringatan terdengar nyaring di area Yerusalem dan sejumlah wilayah lain. Peringatan yang beredar menyebut ancaman yang dihadapi saat ini "sangat serius".

Sementara itu, dari ibu kota Iran, laporan datang dari para saksi mata. Wartawan AFP di Teheran melaporkan, dua suara ledakan keras mengguncang kota pada Sabtu pagi itu. Tak lama setelahnya, kepulan asap tebal terlihat menjulang di langit, tepatnya di bagian pusat dan timur kota.

Keheningan di langit Israel kontras dengan kepanikan di darat. Semuanya terjadi begitu cepat, meninggalkan ketegangan yang masih menggantung.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar