Dunia kembali menahan napas. Presiden AS Donald Trump baru saja memberi ultimatum keras kepada Iran: buka Selat Hormuz dalam 48 jam, atau listrik di Teheran akan dipadamkan. Ancaman itu langsung mengguncang kawasan.
Namun, Iran sama sekali tak gentar. Balasan mereka datang cepat dan tak kalah keras. Lewat siaran Al Jazeera, militer Iran mengancam akan menghancurkan semua infrastruktur energi milik AS dan Israel yang tersebar di Timur Tengah, jika pembangkit listrik mereka jadi sasaran serangan.
Ancaman itu diperjelas oleh juru bicara mereka, Ebrahim Zolfaghari dari Komando Pusat Khatam al-Anbiya.
Artikel Terkait
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni
Kardinal Suharyo Sampaikan Selamat Idulfitri kepada Sahabat, Menag Nasaruddin Umar
Arus Puncak Padat, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah di Hari Kedua Lebaran