“Kami tidak hanya akan menyerang aset energi. Pabrik desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi yang terkait dengan kedua negara itu juga akan kami hancurkan,” tegasnya.
Gegap gempita ancaman balasan ini seolah mengonfirmasi peringatan yang pernah dilontarkan mendiang Ali Larijani, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Kantor berita Fars mengutip pernyataannya bahwa jika jaringan listrik Iran diserang, maka seluruh kawasan bisa mengalami pemadaman hanya dalam waktu setengah jam.
Di sisi lain, seperti dilaporkan AFP, ultimatum Trump itu sendiri disampaikan pada Minggu, 22 Maret. Intinya sederhana namun mencemaskan: buka selat vital itu untuk lalu lintas pelayaran dalam dua hari, atau bersiaplah melihat infrastruktur energi Anda hancur. Situasinya kini seperti bubuk mesiu yang hanya menunggu percikan api.
Artikel Terkait
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris
Naila, Gadis Makassar yang Pernah Haru-Biru Prabowo, Kini Resmi Miliki Rumah Layak Huni
Kardinal Suharyo Sampaikan Selamat Idulfitri kepada Sahabat, Menag Nasaruddin Umar
Arus Puncak Padat, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah di Hari Kedua Lebaran