Kardinal Suharyo Sampaikan Selamat Idulfitri kepada Sahabat, Menag Nasaruddin Umar

- Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB
Kardinal Suharyo Sampaikan Selamat Idulfitri kepada Sahabat, Menag Nasaruddin Umar
Silaturahmi di Hari Raya

Udara Sabtu pagi di rumah dinas Menteri Agama terasa hangat oleh silaturahmi. Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, datang berkunjung. Tujuannya sederhana: menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada sahabat lamanya, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Momen pertemuan itu kemudian diunggah akun Instagram Humas Keuskupan Agung Jakarta. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa persahabatan keduanya sudah terjalin sangat lama.

"Momen indah mewarnai Idul Fitri 1447 H, dalam merajut persahabatan yang sudah terjalin dalam kurun waktu lama," begitu bunyi narasi di unggahan tersebut.

Foto-foto yang beredar memang mencerminkan keakraban itu. Nampak Kardinal Suharyo dan Nasaruddin saling merangkul bahu. Mereka juga berjalan bergandengan tangan, sebuah gambaran yang jarang tapi menyentuh.

Menurut penjelasan humas, kunjungan ini adalah bagian dari rutinitas mereka. Dua sahabat ini memang terbiasa saling menyapa dan bertukar cerita di momen-momen penting.

"Dengan rutinnya saling mengunjungi, menyapa, memberi selamat dan bertukar cerita antara dua sahabat. Pada kesempatan indah untuk bersilahturahmi ini di hari Sabtu, 21 Maret 2026 Pukul 09.30 WIB, Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta mengunjungi sahabat baik yaitu Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal,"

Kardinal Suharyo tidak datang sendirian. Ia didampingi Pastor Kepala Gereja Katedral Jakarta, Romo Macarius Maharsono, SJ, serta Susyana Suwadie dari Humas KAJ. Dari pihak Nasaruddin, hadir Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi, A.M Adiyarto Sumardjono.

Unggahan itu ditutup dengan doa dan harapan baik. "Selamat Idul Fitri 1447 H. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir dan batin." Sebuah penutup yang pas untuk pertemuan penuh makna di antara dua pemimpin agama ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar