Di sisi lain, kelompok oposisi lain, Partai Demokrat Kurdistan Iran (PDKI), juga mengeluarkan pernyataan. Mereka menuduh Iran menargetkan apa yang mereka sebut "pangkalan sipil" milik mereka, lokasinya tak jauh dari Erbil, ibu kota Kurdistan. Untungnya, dari serangan kedua ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Memang, wilayah Kurdistan utara Irak sejak lama jadi tempat perlindungan. Banyak kamp dan pangkalan belakang kelompok pemberontak Kurdi Iran beroperasi di sana. Bagi Tehran, kelompok-kelompok ini dicap sebagai teroris. Mereka sering dituding sebagai alat kepentingan Barat atau Israel.
Hubungan yang sudah tegang ini makin memanas bulan lalu. Lima kelompok, termasuk PDKI, mengumumkan pembentukan koalisi politik. Tujuannya cukup ambisius: menggulingkan republik Islam Iran. Jangka panjangnya, mereka ingin memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Kurdi.
Jadi, serangan drone terbaru ini bukan sekadar insiden terisolasi. Ia seperti babak lanjutan dari sebuah konflik panjang yang akarnya dalam, rumit, dan sepertinya masih jauh dari kata selesai.
Artikel Terkait
Abu Janda Diperintahkan Keluar Studio Usai Debat Sengit Soal Palestina
Polda Bali Luncurkan Website dan Command Center Cakrawasi untuk Awasi Warga Asing
Kakorlantas Ancam Tindak Tegas Truk Over Dimensi Selama Operasi Ketupat
Pemerintah Ingatkan Kolaborasi Daerah Kunci Cegah Ulangan Krisis Polusi Jakarta 2023