Suasana malam di Rappocini, Makassar, berubah jadi mencekam. Seorang pria, R (50), tewas mengenaskan setelah dianiaya teman minumnya sendiri. Pelakunya, Hambali (40), kini berurusan dengan polisi. Semua gara-gara uang patungan untuk beli ballo, minuman keras khas daerah itu, yang konon raib begitu saja.
Mereka awalnya cuma kongko biasa. Duduk-duduk, ngobrol, sambil menenggak ballo. Tapi alkohol sering bikin pikiran jadi keruh. Di tengah acara itu, tiba-tiba Hambali menuding R menyembunyikan uang patungan mereka. Tuduhan itu langsung memicu keributan.
R tentu saja membantah. Dia berusaha menjelaskan, meminta temannya itu berpikir jernih. Sayangnya, upayanya sia-sia. Di depan mata rekan-rekan yang lain, emosi Hambali meledak. Dia sudah tak bisa dikendalikan.
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ali Jaras, memaparkan kronologi kejadiannya.
"Pelaku emosi lalu menendang dada korban dan bagian kepala hingga korban tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri," jelasnya, Kamis (8/1/2026).
Serangan itu terjadi saat korban masih duduk. Begitu cepat dan brutal. Kawan-kawan yang ada di situ langsung berusaha melerai, tapi terlambat. Kondisi R sudah parah. Dia tak sadarkan diri dan nyawanya tak tertolong, diduga karena benturan keras dan trauma penganiayaan.
Nasib Hambali kini jelas: dia mendekam di tahanan Mapolsek Rappocini. Polisi bersikap tegas, akan menjeratnya dengan pasal berlapis. Tujuannya jelas, agar ada efek jera.
"Pelaku akan dijerat dengan Pasal 466 KUHP Baru tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 7 tahun," tegas Iptu Ali Jaras.
Sebuah tragedi bodoh yang merenggut nyawa. Hanya karena mabuk dan saling tuduh soal uang minuman, persahabatan berakhir di balik jeruji.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Muara Enim dalam Operasi Tangkap Tangan Terkait Proyek Pengadaan
Timnas Voli Putri Indonesia Kalah 2-3 dari Vietnam, Raih Satu Poin di AVC Cup 2026
Persija Jakarta Segera Umumkan Mariano Peralta, Rekrutan Mahal Asal Argentina untuk Musim Depan
Bocah Tewas Diterkam Anjing Pemburu Babi Hutan di Jasinga, Polisi Buru Pemilik Hewan