Menteri LHK Lepas 10.000 Liter Ekoenzim untuk Pulihkan Sungai Jeletreng yang Tercemar Pestisida

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:30 WIB
Menteri LHK Lepas 10.000 Liter Ekoenzim untuk Pulihkan Sungai Jeletreng yang Tercemar Pestisida

Dampaknya langsung terasa. Menurut Hanif, banyak biota air yang mati karena terpapar racun. Ikan-ikan menghilang, ekosistem sungai pun terancam.

Namun begitu, ada secercah harapan dari inisiatif masyarakat. Hanif menilai langkah Gemabudhi memproduksi dan menebar ekoenzim ini sangat positif. Ini bukan sekadar aksi lingkungan biasa, tapi punya dimensi lain yang lebih dalam.

"Ini adalah praktik nyata dari ekoteologi, seperti yang selalu diarahkan oleh Menteri Agama," ujarnya.

Ia melanjutkan, "Ajaran Buddha sendiri sangat menekankan harmoni dengan alam. Manusia hidup dan bergantung pada lingkungannya, jadi sudah seharusnya kita menjaganya."

Jadi, aksi di Jeletreng itu lebih dari sekadar penebaran cairan. Ia adalah sebuah simbol kolaborasi antara semangat keagamaan, kepedulian masyarakat, dan komitmen pemerintah untuk memperbaiki yang rusak. Langkah pertama sudah diambil. Kini, tinggal menunggu waktu menunjukkan hasilnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar