Menjelang gelombang mudik Lebaran, ada kabar baik dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur. PT Brantas Abipraya baru saja merampungkan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Paket Lot 3, tepatnya ruas Pantai Serang hingga Sumbersih. Ruas sepanjang 4,4 kilometer ini diharapkan bisa langsung berfungsi sebagai jalur alternatif saat arus perjalanan meningkat drastis nanti.
Tak cuma untuk mudik, selesainya jalan ini punya arti lebih luas. Ia adalah bagian dari jaringan JLS yang membentang di pesisir selatan Pulau Jawa. Tujuannya jelas: memperkuat konektivitas dan membuka akses wilayah-wilayah yang selama ini kerap tertinggal jika dibandingkan dengan kawasan utara Jawa yang lebih maju.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan harapannya atas proyek ini.
"Pembangunan JLS Paket Lot 3 ruas Pantai Serang-Sumbersih ini kami harapkan dapat menjadi infrastruktur vital. Ia akan memperkuat jaringan Jalan Lintas Selatan Jawa sekaligus melengkapi jalur transportasi utama di wilayah tersebut,"
katanya dalam siaran pers, Kamis (12 Maret 2026).
Lalu, apa dampak riilnya bagi warga? Pertama, mobilitas sehari-hari pasti lebih lancar. Akses menuju pusat ekonomi atau tempat wisata di pesisir selatan Blitar jadi lebih mudah. Bagi para nelayan dan pelaku usaha lokal, ini kabar gembira. Distribusi barang, terutama hasil laut, ke pasar yang lebih luas akan jauh lebih efisien. Jalan yang bagus berarti biaya logistik turun dan produk bisa lebih cepat sampai.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga bakal kebagian angin. Pantai Serang, yang sudah cukup dikenal, kini bisa dijangkau dengan lebih nyaman. Bisa ditebak, jumlah kunjungan wisatawan kemungkinan akan naik. Imbasnya, perekonomian warga sekitar pun ikut bergerak.
Namun begitu, makna pembangunan ini sebenarnya lebih dalam. Ini adalah langkah konkret untuk pemerataan. Selama ini, pembangunan di Jawa seperti berat sebelah terpusat di utara. Dengan membuka akses di selatan, potensi ekonomi kawasan pesisir bisa benar-benar digarap. Aktivitas tak lagi terpusat di satu titik saja.
Menurut Dian, kehadiran JLS ini juga punya peran strategis jangka pendek: meredam kepadatan arus mudik. Saat jalan utama macet, ruas alternatif seperti ini jadi penyelamat.
Dia menegaskan komitmen perusahaan.
"Brantas Abipraya akan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas. Melalui pembangunan yang berkelanjutan, kami berharap bisa mendorong pemerataan dan membuka peluang ekonomi baru, termasuk di pesisir selatan Jawa,"
tegasnya.
Jadi, sederhananya, sepotong jalan yang baru tuntas ini bukan cuma tentang aspal. Ia tentang konektivitas, pemerataan, dan harapan baru untuk wilayah yang lama tertinggal. Sekarang, tinggal menunggu manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Warakas, Sita Sabu Senilai Rp1 Miliar
Polisi Gagalkan Transaksi 420 Cartridge Etomidate di Pekanbaru, Satu Pelaku Ditangkap
Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Termasuk Kepala KSP
IHSG Berpotensi Rebound ke 7.250 Setelah Ambles 3,38 Persen, BNI Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham