Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu

- Minggu, 22 Maret 2026 | 21:25 WIB
Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu

Genangan air yang sempat merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhirnya mulai surut. Tapi, bekasnya masih jelas terlihat: lumpur coklat pekat menempel di lantai dan dinding rumah. Nah, di tengah kondisi itu, terlihat sejumlah personel Ditpolairud Polda Metro Jaya turun tangan. Mereka membantu warga membersihkan sisa-sisa banjir yang membandel itu.

Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari Satgas ASRI Bang Jasri, dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Kegiatannya berlangsung Minggu (22/3/2026) lalu. Dengan peralatan seadanya sekop, sapu, dan ember para petugas dan warga bahu-membahu. Mereka mengeruk lumpur, menyiram lantai, berusaha mengembalikan rumah-rumah itu ke keadaan semula.

Dipimpin langsung oleh Koordinator Siaga SAR, AKP Hamdannallah, serta Wakil Koordinator IPDA Gede Mahardika, sebanyak 24 personel Pleton I Siaga Bencana dikerahkan ke lokasi. Kerja mereka cukup melelahkan, tapi terasa sekali manfaatnya bagi warga setempat.

Menurut Kombes Mustofa, Dirpolairud Polda Metro Jaya, kegiatan seperti ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

"Kami hadir tidak hanya untuk patroli dan pengamanan. Tapi juga untuk bantu masyarakat memulihkan lingkungan tempat tinggalnya," ujarnya.

"Ini bentuk kepedulian dan komitmen kami kepada warga yang terdampak bencana," tambah Mustofa.

Banjirnya sendiri terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (21/3/2026), mulai sekitar pukul lima sore hingga sepuluh malam. Air menggenangi empat RT, yaitu RT 11 dan 12 di RW 04, serta RT 13 dan 14 di RW 05, Kelurahan Kampung Melayu. Cukup banyak rumah yang terendam.

Di sisi lain, selain fokus pada pembersihan, personel Ditpolairud juga tetap berjaga. Tujuannya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lokasi pascabanjir tetap kondusif, sekaligus mengantisipasi segala kemungkinan gangguan yang bisa muncul.

Kehadiran mereka ini, jujur saja, cukup menghangatkan suasana. Bukan sekadar tugas rutin, tapi lebih terasa seperti bentuk solidaritas. Upaya ini juga sejalan dengan gerakan pemerintah menjaga lingkungan lewat Indonesia Asri.

Polri mengingatkan warga untuk tetap waspada. Potensi banjir susulan masih mungkin terjadi. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat bisa langsung menghubungi layanan darurat 110 yang tersedia 24 jam.

Di Kampung Melayu, pascabanjir, yang tersisa adalah semangat gotong royong. Antara warga dan aparat, mereka bekerja sama. Itulah harapan terbesar untuk mempercepat pemulihan kawasan ini kembali normal.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar