Di halaman kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, suasana Kamis pagi itu tampak berbeda. Ratusan personel dari berbagai instansi berbaris rapi. Mereka berkumpul untuk Apel Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, penanda dimulainya pengamanan arus mudik Lebaran tahun depan. Acara yang digelar pada 12 Maret 2026 ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
Tak hanya kedua pimpinan itu, hadir juga Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan dari Satpol PP, Dishub, dan BPBD. Bahkan tokoh adat dan masyarakat turut menyaksikan. Ini jelas bukan sekadar seremoni biasa, melainkan pernyataan kesiapan.
Kapolda Herry Heryawan dalam sambutannya menegaskan, apel ini bukti komitmen dan sinergi semua pihak. Tujuannya satu: menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan lancar untuk Idulfitri 1447 Hijriah. Namun begitu, tantangannya tahun depan tidak bisa dibilang ringan.
Ia lantas membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyoroti situasi global yang sedang panas. Konflik di Timur Tengah antara Israel dan Palestina, plus ketegangan AS-Israel-Iran, berimbas langsung pada gejolak harga minyak dunia. Dampaknya bisa merambat ke stabilitas ekonomi kita.
"Kalau situasi ini terus memburuk, nilai tukar rupiah bisa melemah," ujar Herry.
Harga komoditas berpotensi naik, inflasi meningkat, daya beli masyarakat turun. Itu skenario yang harus diwaspadai. Menyikapi hal ini, pemerintah disebutnya terus menggalang diplomasi dengan politik luar negeri bebas aktif, berusaha memitigasi dampak eskalasi global sambil mendorong perdamaian.
Artikel Terkait
Polda Riau Kerahkan 3.815 Personel untuk Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026
Kapolri Listyo Sigit Buka Puasa Bersama PB SEMMI, Tekankan Sinergi dengan Kampus
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman untuk 23 Hari ke Depan
KPK Tahan Mantan Menag Yaqut, Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp622 Miliar