"Saat ini para terduga dan barang bukti dibawa ke Bareskrim untuk diambil keterangan dan dikembangkan lebih lanjut," imbuh perwira polisi itu.
Soal detail kasus, Teuku Arsya masih menutup rapat. Alasannya, pemeriksaan terhadap para tersangka masih terus berlangsung. Namun begitu, penyidik sudah punya arah. Mereka akan mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain di balik bisnis berbahaya ini. Siapa dalangnya? Apakah ada oknum lain yang terlibat? Pertanyaan-pertanyaan itu yang coba diungkap.
Kejadian ini bukanlah insiden terpisah. Polri sendiri saat ini tergabung dalam Satgas Saber Pangan. Tugasnya jelas: memantau harga, keamanan, dan mutu bahan makanan menjelang hari-hari besar keagamaan, mulai dari Imlek, Ramadhan, hingga Nyepi dan Idul Fitri. Operasi ini jadi bukti bahwa pengawasan memang diperketat, meski masih ada yang nekat mencoba memanfaatkan momen.
Artikel Terkait
Polri Gandeng Himbara Buka Akses KUR untuk Petani Putus Rantai Tengkulak
Pohon Raksasa Tumbang di Jagakarsa, Satu Pengendara Motor Tewas
DPR Soroti Anggaran Rp 18,9 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumbar
Banjir Rendam Kemang, Ratusan Kendaraan Terpaksa Putar Balik