Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Jakarta dini hari tadi berujung duka. Sebatang pohon albasia raksasa tumbang di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, menewaskan seorang pengendara sepeda motor. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob di Depok, namun nyawanya tak tertolong.
Menurut Kepala Satgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, pohon itu ambruk tepatnya sekitar pukul setengah tiga dini hari. Ukurannya yang sangat besar diameter batangnya mencapai 150 sentimeter membuat proses evakuasi tak mudah.
“Kami tangani sejak dini hari bersama petugas dari Sudin Gulkarmat dan unsur lainnya,” jelas Herlina Merinda, Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan.
Dia menambahkan, timnya mengerahkan lima belas personel pasukan hijau plus lima truk besar. Mereka bekerja keras membersihkan sisa-sisa batang, ranting, dan daun yang memenuhi jalan. Baru sekitar pukul sepuluh pagi semuanya beres dan arus lalu lintas bisa kembali normal.
Di sisi lain, pemerintah setempat tak tinggal diam soal bantuan untuk keluarga yang berduka. Herlina menyatakan Pemkot Jaksel akan memberikan santunan.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Sesuai aturan yang berlaku, korban akan mendapatkan santunan maksimal Rp50 juta,” katanya.
Koordinasi untuk penyaluran bantuan itu, kata dia, sudah dilakukan. Meski begitu, insiden ini pasti menyisakan pertanyaan tentang kesiapan penanganan pohon-pohon tua di tengah cuaca ekstrem yang kian sering melanda ibukota. Sebuah pekerjaan rumah yang serius, bukan cuma untuk Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Program TJSL Terintegrasi untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat
Direktur PLN Suroso Isnandar Resmi Jadi Anggota Majelis Wali Amanat UGM Periode 2026–2031
PepsiCo Terapkan Air Daur Ulang di Pabrik Cikarang demi Target Net Water Positive 2030
Wakil Mensos Instruksikan Sentra Kemensos Fokus pada Pemberdayaan Penerima Manfaat Menuju Kemandirian