Usai bencana alam melanda, pembangunan kembali Sumatera Barat menjadi perhatian serius. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti peran sentral Presiden Prabowo Subianto dalam proses pemulihan ini. Menurutnya, negara sudah menggelontorkan dana yang tak sedikit tepatnya Rp 18,9 triliun hanya untuk membenahi infrastruktur di daerah tersebut.
Angka itu bukan isapan jempol belaka. Andre menyampaikannya langsung kepada para wartawan di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Minggu lalu, seusai melepas rombongan mudik gratis.
"Saya ingin menegaskan," ujar Andre, "bahwa Pak Presiden Prabowo, untuk mengantisipasi dampak bencana alam di Sumbar, sudah menyiapkan anggaran sebesar 18,9 triliun. Itu baru untuk infrastrukturnya saja."
Namun begitu, langkah pemerintah tidak berhenti di situ. Andre menjelaskan bahwa perhatian juga diberikan pada hal-hal yang lebih mendasar, yang langsung menyentuh kehidupan warga. Mulai dari perbaikan sawah dan ladang yang rusak, hingga pembangunan rumah-rumah baru untuk menggantikan yang hilang.
Dan itu belum semuanya.
"Di luar semua perbaikan itu," sambungnya, "Presiden juga sudah menugaskan Menteri PUPR. Targetnya, pada Oktober 2026 nanti, pembangunan ruas tol dari Sicincin menuju Bukittinggi harus sudah berjalan. Nilai proyeknya sekitar Rp 25,6 triliun."
Bagi Andre, ini adalah bukti nyata komitmen. "Jadi inilah komitmen pemerintah pusat. Bukan sekadar program 'Pulang Basamo', tapi infrastruktur pun dibangun secara serius di Sumatera Barat oleh pemerintahan Presiden Prabowo," tegasnya.
Di sisi lain, Andre tak menampik bahwa tantangan di Sumbar masih berat. Pertumbuhan ekonomi daerah itu terbilang rendah, hanya menyentuh angka 3 persen, sementara inflasi justru mencapai 6 persen. Situasi yang memang bisa memberatkan.
Tapi di tengah kondisi itu, ada secercah harapan. "Alhamdulillah, Sumatera Barat selama ini masih terbantu," tutur Andre. Menurutnya, peran para perantau Minang sangat krusial. "Mereka mengirimkan uang puluhan triliun setiap tahunnya sekitar 20 triliun ke kampung halaman. Itu yang banyak menyokong perekonomian di sana."
Jadi, upaya membangun kembali Sumbar ternyata berasal dari dua arah: komitmen anggaran besar dari pemerintah pusat, dan dukungan loyal yang tak pernah putus dari anak-anak rantau.
Artikel Terkait
Bocah 4 Tahun Hanyut di Kali Bojonggede, Pencarian Dilanjutkan
WNA Tewas dalam Sel Imigrasi Depok, Massa Geruduk Kantor Debt Collector di Cakung
Sopir Angkot Lawan Arah di Kampung Rambutan Pecahkan Kaca Mobil, Dua Pelaku Diamankan
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,8 Juta per Gram, Pajak Transaksi Perlu Diperhatikan