Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump bersikap lebih terbuka. Dalam berbagai kesempatan, dia menyatakan akan menerima bantuan dari negara mana pun untuk menangani masalah Iran. Pernyataan ini tentu memberi ruang bagi skenario pengiriman alutsista seperti Patriot.
Sementara itu, pihak militer AS di Korea (USFK) memilih tutup mulut. Mereka menolak mengonfirmasi atau membantah laporan media yang ramai itu.
"Kami tidak bisa berkomentar soal pergerakan, relokasi, atau kemungkinan penempatan ulang aset militer tertentu. Ini semua menyangkut keamanan operasional," bunyi pernyataan singkat USFK.
Meski begitu, gambaran di lapangan sepertinya berbeda. Sejumlah saksi melaporkan melihat pesawat angkut militer AS berukuran besar mendarat di Pangkalan Udara Osan baru-baru ini. Aktivitas yang tidak biasa ini, kata sumber pemerintah Korsel yang dirahasiakan, terkait persiapan untuk memindahkan sistem-sistem Patriot tersebut. Rencananya, mereka akan dikerahkan ulang ke kawasan Timur Tengah yang sedang bergolak.
Artikel Terkait
Menteri Luar Negeri Iran Tantang AS dan Israel: Kami Justru Menunggu Kedatangan Mereka
Liverpool Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Balas Dendam ke Wolverhampton
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka dalam Serangan ke Pangkalan UNIFIL di Lebanon Selatan
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Bolos Pemeriksaan dan Live TikTok