Sebenarnya, pemerintah sudah mengambil langkah. Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (4/3), Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan surat belasungkawa resmi dari Presiden Prabowo kepada Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi.
"Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia," demikian pernyataan resmi Kemlu yang dirilis di Jakarta.
Latar belakang permintaan FPI ini adalah insiden berdarah pada akhir Februari lalu. Serangkaian serangan AS dan Israel menghantam sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar yang mengguncang: Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, gugur dalam serangan itu.
Nah, dalam gelaran buka puasa yang seharusnya penuh keakraban itu, desakan FPI jelas menyisakan pertanyaan. Apakah permintaan mereka akan ditindaklanjuti, ataukah sudah dianggap selesai dengan surat yang disampaikan Menlu Sugiono? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Tottenham Tumbang di Kandang, Terancam Bahaya Degradasi
Pembina Pramuka di Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Persetubuhan dengan Siswi
Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap
Prabowo Bahas Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Global dengan Ulama dan Ormas Islam