Jakarta - Suasana hangat berbuka puasa di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3) malam, ternoda oleh sebuah permintaan yang cukup mengejutkan. Perwakilan Front Persaudaraan Islam (FPI) secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan ucapan belasungkawa secara terbuka atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Permintaan itu bukan datang begitu saja. Menurut Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas, ini adalah amanat langsung dari mantan Imam Besar mereka, Habib Rizieq Shihab. "Tadi kami minta, amanat dari Habib Rizieq ya," ujar Hanif usai acara buka puasa bersama itu.
Dia melanjutkan dengan nada yang cukup tegas. Karena Iran dianggap sebagai negara sahabat, menurutnya Presiden seharusnya tak cuma mengutus Menteri Luar Negeri. "Kita minta supaya Presiden sampaikan bela sungkawa secara terbuka," tegasnya.
Bagi FPI, dukungan terhadap Iran dinilai penting. Negara itu sedang menghadapi serangan terhadap wilayah kedaulatannya. "Saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk disupport," kata Hanif. Di sisi lain, permintaan FPI tak berhenti di situ.
Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace (BoP). Permintaan ini bahkan sudah disampaikan lewat surat resmi yang dititipkan ke salah satu menteri. Alasannya jelas dan blak-blakan. "Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan," ucap Hanif. "Tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya."
Artikel Terkait
Tottenham Tumbang di Kandang, Terancam Bahaya Degradasi
Pembina Pramuka di Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Persetubuhan dengan Siswi
Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap
Prabowo Bahas Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Global dengan Ulama dan Ormas Islam