Iran Sita Kapal Tanker di Selat Hormuz, Kapal Talara Dialihkan ke Perairan Iran
Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dikabarkan telah melakukan penyitaan terhadap sebuah kapal tanker minyak, MT Talara, yang berbendera Kepulauan Marshall. Insiden maritim ini terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz pada hari Jumat, berdasarkan informasi dari seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya.
Kapal tanker tersebut dilaporkan dialihkan arahnya menuju perairan teritorial Iran. Tindakan ini menandai operasi pencegatan pertama oleh Iran di jalur pelayaran vital dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir, yang kembali menyoroti ketegangan di kawasan Teluk.
Rute dan Muatan Kapal Tanker Talara
Sebelum dicegat, kapal MT Talara diketahui sedang berlayar di lepas pantai Uni Emirat Arab. Kapal ini mengangkut muatan gasoil dengan kadar sulfur tinggi dan sedang dalam perjalanan dari Sharjah, UEA, menuju Singapura melalui Samudra Hindia.
Respons dan Pernyataan Resmi
Manajer kapal, Columbia Shipmanagement, mengonfirmasi bahwa kontak dengan MT Talara hilang sekitar pukul 08.22 waktu setempat, saat kapal berada sekitar 20 mil laut dari pantai Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memulihkan komunikasi dengan kru kapal. Kapal ini dimiliki oleh entitas bernama Pasha Finance yang berbasis di Siprus.
Badan Angkatan Laut Kerajaan Inggris (UKMTO) menyebut insiden ini "diduga merupakan aktivitas negara" dan mengonfirmasi bahwa kapal sedang bergerak menuju perairan Iran. Sementara itu, militer AS menyatakan kesiapannya dan sedang memantau situasi secara aktif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pemerintah Iran di Teheran mengenai insiden penyitaan ini. Kementerian Luar Negeri UEA juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Konteks Pola Penyitaan oleh Iran
Insiden ini dinilai mengejutkan oleh sejumlah pengamat. Pasalnya, Iran yang dikenal pernah rutin mencegat kapal di Teluk, dilaporkan telah mengurangi aktivitas militer semacam itu dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak insiden pemboman yang melibatkan Israel dan AS pada Juni lalu.
Garda Revolusi Iran (IRGC) memiliki riwayat dalam menyita kapal dagang di perairan Teluk. Tindakan ini biasanya diklaim dengan alasan pelanggaran maritim, seperti dugaan penyelundupan, pelanggaran teknis, atau terkait sengketa hukum. Data pelacakan dari MarineTraffic menunjukkan posisi terakhir MT Talara berada di dekat pantai Iran.
Insiden terbaru ini kembali mengingatkan dunia akan sensitivitas dan pentingnya keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, sebuah selat yang menjadi arteri vital bagi pasokan minyak global.
Artikel Terkait
Rooney Ingatkan Risiko Euforia United Strands, Cunha Tegaskan Fokus Hanya pada Poin
Tyler Morton Ungkap Kurangnya Kepercayaan dari Arne Slot Sebabkan Hengkang ke Lyon
Persib Dikabarkan Intip Kiper Belanda Ronald Koeman Jr.
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru