Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menteri kabinetnya untuk bersiap. Apa yang terjadi? Konflik di Timur Tengah dinilai berpotensi menimbulkan dampak yang perlu diwaspadai. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam sebuah rapat kabinet.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, arahan itu disampaikan pada Rabu, 4 Maret. "Presiden meminta seluruh jajaran untuk mengantisipasi dampak dari konflik Timur Tengah," jelas AHY, begitu ia biasa disapa.
Ia melanjutkan, fokus antisipasi itu mencakup berbagai sektor. Tidak terkecuali, tentu saja, sektor pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini menunjukkan kekhawatiran bahwa gejolak global bisa memengaruhi proyek-proyek strategis di dalam negeri.
Namun begitu, AHY tidak merinci lebih jauh langkah konkret apa yang akan diambil. Poin utamanya adalah pesan dari Presiden agar seluruh lini pemerintahan waspada dan tidak lengah. Situasi dunia yang bergejolak, kata dia, harus direspons dengan kesiapan dan perencanaan yang matang.
Pesan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Kabinet Merah Putih, sebutan untuk pemerintahan baru, dituntut untuk segera bekerja dan memitigasi segala kemungkinan. Mulai dari gangguan pasokan material, fluktuasi harga, hingga ketidakstabilan lainnya.
Reporter: Cahya Sari, Irfan Hardiansah, Chairul Fajri, Ludmila Yusufin Diah Nastiti.
Artikel Terkait
Driver Ojol Curigai Paket, Ungkap Lab Vape Narkoba di Apartemen Jakarta Timur
Daerah Ramai-ramai Minta Tambahan Kuota PBI JKN ke Kemensos
Bareskrim-FBI Bongkar Jaringan Penjual Skrip Phishing, 17 Ribu Korban Diretas
Kebakaran Hanguskan Empat Kios di Pulogebang, Tak Ada Korban Jiwa