Tottenham Tumbang di Kandang, Terancam Bahaya Degradasi

- Jumat, 06 Maret 2026 | 07:30 WIB
Tottenham Tumbang di Kandang, Terancam Bahaya Degradasi

London, Jumat dini hari tadi, menyaksikan kejutan lain di Liga Inggris. Tottenham Hotspur, sang tuan rumah, justru tumbang di kandang sendiri. Crystal Palace berhasil membawa pulang tiga poin penuh dengan skor telak 3-1 dalam laga derbi London yang panas itu.

Padahal, semuanya berjalan mulus untuk Spurs di babak pertama. Dominic Solanke berhasil memecah kebuntuan di menit ke-34, membawa timnya unggul. Suasana di Stadion Tottenham pun langsung bergemuruh. Namun, angin berubah hanya empat menit kemudian. Micky van de Ven menerima kartu merah, meninggalkan anak-anak asuh Igor Tudor dengan sepuluh pemain.

Momen itu menjadi titik balik. Palace, yang dibesut Oliver Glasner, langsung menekan. Tak butuh waktu lama, mereka menyamakan kedudukan lewat titik putih. Ismailla Sarr, eksekutor yang cool, tak menyia-nyiakan peluang dari penalti di menit ke-40.

Dan babak pertama itu benar-benar jadi mimpi buruk bagi Spurs. Di masa injury time, The Eagles mencetak dua gol lagi dalam tempo singkat. Jargen Strand Larsen melesakkan bola ke gawang pada menit 45 1'. Belum reda kekacauan di lini belakang Spurs, Sarr kembali menggoyang jala pada menit 45 7', menyelesaikan brace-nya sekaligus mengubur harapan tuan rumah.

Babak kedua? Relatif lebih tenang. Palace tampak puas mengamankan keunggulan, sementara Spurs kesulitan menembus pertahanan yang rapat. Tak ada gol tambahan yang tercipta.

Kemenangan ini mendongkrak Palace ke posisi 13 klasemen dengan 38 poin. Situasi yang cukup nyaman di tengah papan.

Di sisi lain, bagi Spurs, ini adalah pukulan telak. Kekalahan ini mencatatkan rekor buruk: lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik. Yang lebih mencemaskan, mereka kini terperosok di peringkat 16 dengan 29 poin, cuma selisih satu angka dari Nottingham Forest di zona degradasi. Bahaya terdegradasi tiba-tiba terasa sangat nyata.

Padahal, tengah pekan depan, mereka harus sudah melupakan laga ini. Fokus beralih ke Liga Champions, menghadapi Atletico Madrid di leg pertama 16 besar. Pertanyaan besarnya, dengan kepercayaan diri yang porak-poranda dan performa yang terus merosot, bagaimana Spurs bisa bangkit untuk pertarungan Eropa itu?

Mood di kamp Spurs pasti suram. Sementara di seberang London, Palace pulang dengan senyum lebar.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar