MURIANETWORK.COM - Banyak generasi muda yang baru memasuki dunia kerja menghadapi tantangan keuangan yang kompleks. Perencana keuangan Yodhi Kharismanto mengamati, mereka yang masih berada di pekerjaan pertama dengan gaji setara UMR kerap kesulitan mengelola keuangan. Situasi ini semakin berat bagi mereka yang berstatus sebagai generasi sandwich, yaitu yang masih harus menanggung kebutuhan orang tua atau saudara. Menurut Yodhi, kunci mengatasi tekanan ini terletak pada komunikasi yang terbuka dan pengendalian diri dalam pengeluaran.
Pentingnya Komunikasi Terbuka dalam Keluarga
Yodhi menekankan bahwa beban finansial generasi sandwich seringkali dipersulit oleh budaya yang menganggap pembicaraan tentang uang sebagai hal tabu. Padahal, transparansi mengenai kemampuan finansial justru sangat krusial. Tanpa kejujuran ini, permintaan dari keluarga bisa terus mengalir tanpa batas, berpotensi membebani keuangan pribadi.
“Kita juga harus terbuka dengan orang-orang yang kita hidupi. Sebenarnya, ini yang kadang di Indonesia jarang dilakukan karena bicara keuangan kadang tabu ya,” ungkapnya dalam sebuah diskusi.
Ia mengingatkan bahwa pola ini sudah berlangsung lama, bahkan sejak zaman orang tua dulu yang enggan membicarakan gaji kepada anak-anaknya. Padahal, pemahaman yang jelas tentang kondisi keuangan anak dapat menciptakan ekspektasi yang lebih realistis dalam keluarga.
“Misalnya, kita menghidupi keluarga, orang tua, kita harus kasih tahu, Mama, Papa, gaji saya Rp 6 juta per bulan, saya mampu berkontribusi untuk Ayah, untuk Ibu agar keuangan saya aman sekian juta agar mereka memahami kemampuan anak saya sekian,” jelas Yodhi.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes