Suasana buka puasa bersama di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu sore itu, terasa hangat. Namun, pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono justru menyentak perhatian hadirin. Ia bicara tentang peperangan, tentang Timur Tengah yang memanas pasca serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut AHY, Ramadan tahun ini datang dalam situasi yang jauh dari kata damai. "Pada tahun ini, Ramadan juga datang dalam suasana dunia yang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Suaranya terdengar berat. "Di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah, kita menyaksikan konflik dan peperangan yang menimbulkan korban jiwa, penderitaan, dan kehancuran."
Ia melanjutkan, bulan suci yang mestinya jadi pintu maaf justru berubah jadi momen saling menghancurkan. Situasi itu, akuinya, sangat memprihatinkan.
"Ramadan yang seharusnya menghadirkan ketenangan batin, justru dibayangi dengan rasa cemas, uncertainty, dan juga duka yang mendalam. Tentu ini sangat memprihatinkan," kata AHY.
Di sisi lain, ia menekankan satu hal penting: tak ada satu pun pihak yang menginginkan konflik ini meluas jadi Perang Dunia ketiga. Semua pasti ingin menghindari skenario terburuk itu.
Pidatonya kemudian beralih ke sebuah harapan. "But rest assured, our hearts, our minds, and our prayers are always with our brothers and sisters in conflict areas and war zones."
"Selalu dalam doa dan ikhtiar kita untuk bisa menghadirkan solusi yang terbaik," tutupnya, mengakhiri sambutan yang membuat ruangan hening sejenak.
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Canangkan Gerakan Dua Jam Tanpa Gawai untuk Pelajar
Brimob Siaga Antisipasi Dampak Sosial Konflik Global
Manchester City Incar Puncak Klasemen dengan Modal Statistik dan Momentum
Bareskrim Sita 76 Ribu Unit Ponsel Ilegal Senilai Rp235 Miliar di Sidoarjo dan Jakarta