Rincian kejadian pun mereka beberkan untuk menguatkan tuduhan. Di Oshnavieh, sebuah bangunan tempat tinggal dihantam rudal Tomahawk. Seluruh anggota satu keluarga dilaporkan tewas. Lalu di Salman, serangan terhadap sebuah mobil pribadi menewaskan lima orang. Ada juga kisah pilu dari distrik Kasemiyeh di Urmia, di mana sebuah rumah hancur dan menewaskan pasangan lanjut usia di dalamnya.
Semua ini, menurut narasi IRGC, adalah bagian dari serangan besar AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu. Serangan itu menyasar sejumlah target di Iran, termasuk ibukota Teheran, dan meninggalkan jejak kehancuran serta korban di antara warga biasa. Yang paling mengguncang, televisi pemerintah Iran sendiri mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, gugur dalam serangan tersebut.
Menanggapi pukulan itu, Iran tak tinggal diam. Mereka sudah melancarkan serangan balasan dengan rudal, mengarahkannya ke wilayah Israel dan juga fasilitas militer AS yang bertebaran di Timur Tengah. Situasinya memanas dengan cepat, dan ancaman dari Garda Revolusi sepertinya bukan sekadar gertakan belaka.
Artikel Terkait
Negara-Negara Teluk Hadapi Dilema Balas Dendam Usai Serangan Iran
Mossad Diduga Retas CCTV Teheran untuk Lacak Pengawal Pejabat Iran
Pengusaha Restoran Sydney Digugat Atas Dugaan Penunggakan Upah Pekerja Migran Rp1,7 Miliar
Bupati Pekalongan Bantah Di-OTT KPK, Klaim Sedang Bertemu Gubernur Jateng