Mossad Diduga Retas CCTV Teheran untuk Lacak Pengawal Pejabat Iran

- Rabu, 04 Maret 2026 | 15:45 WIB
Mossad Diduga Retas CCTV Teheran untuk Lacak Pengawal Pejabat Iran

Sebuah laporan mengungkap operasi intelijen yang cukup berani. Intelijen Israel, atau Mossad, dikabarkan telah berhasil menyusup ke jaringan luas kamera lalu lintas di Teheran. Tujuannya? Melacak pergerakan para pengawal mendiang Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Menurut sejumlah saksi yang memahami persoalan ini, akses ke CCTV itu ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun. Dan informasi yang didapatkan dari sana sangatlah vital. Data pergerakan itu akhirnya membantu Israel memantau Khamenei, tepat sebelum dia gugur dalam serangan terkoordinasi AS dan Israel akhir pekan lalu.

Laporan dari Financial Times ini, seperti dikutip beberapa media, menyebutkan fakta yang mencengangkan: hampir semua kamera lalu lintas di Teheran telah diretas Mossad. Mereka punya mata di mana-mana.

Ceritanya begini. Setelah akses diperoleh beberapa tahun silam, analis Mossad melihat sesuatu yang menarik. Salah satu sudut kamera ternyata mengarah ke sebuah lokasi parkir tertentu tempat di mana para anggota tim keamanan Khamenei biasa menaruh mobil pribadi mereka.

Ini jadi pintu masuk. Dari titik itu, Israel perlahan-lahan bisa mengintip rutinitas harian di dalam kompleks yang super ketat. Mereka mengumpulkan data, menganalisis pola. Lama-kelamaan, terbentuklah profil terperinci yang dalam bahasa intelijen Tel Aviv disebut "pola kehidupan".

Jadi, apa saja yang mereka ketahui? Banyak. Alamat rumah para pengawal, jam kerja mereka, rute perjalanan sehari-hari. Bahkan yang paling krusial: pejabat tinggi mana yang dilindungi oleh masing-masing pengawal tersebut. Semua tersusun rapi dalam berkas-berkas intelijen.

Di sisi lain, operasi ini menunjukkan sebuah pergeseran. Perang intelijen tak lagi cuma soal agen lapangan, tapi juga peretasan sistem digital kota. Dan dalam kasus Teheran, tampaknya Mossad sudah jauh lebih dulu masuk.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar