Pasar saham di Dubai dan Abu Dhabi dibuka kembali hari Rabu dengan kondisi yang suram. Setelah ditutup selama dua hari penuh, bursa langsung terjun bebas begitu perdagangan dimulai. Anjloknya harga saham ini tak lepas dari ketegangan militer yang memuncak di kawasan itu.
Menurut laporan, penutupan pasar selama dua hari itu dilakukan menyusul serangkaian serangan rudal dan drone dari Iran. Sejak akhir pekan, serangan-serangan itu telah menghantam pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab dan beberapa infrastruktur penting lainnya. Suasana waspada dan ketidakpastian jelas terasa.
Indeks utama Dubai, misalnya, langsung merosot 4,7 persen di awal sesi. Itu adalah penurunan intraday terburuk yang mereka alami sejak Mei 2022. Saham-saham properti dan penerbangan jadi yang paling terpukul. Emaar Properties, raksasa pengembang properti, dan maskapai murah Air Arabia berada di garis depan penurunan ini.
Nasib serupa terjadi di Abu Dhabi. Indeks di sana terpangkas 3,6 persen saat pembukaan, yang juga tercatat sebagai penurunan paling tajam dalam hampir dua tahun terakhir. Bahkan bank terbesar di negara itu, First Abu Dhabi Bank, tidak luput dari tekanan. Sahamnya anjlok sekitar lima persen.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 4,6% Dihajar Ketegangan Timur Tengah dan Revisi Outlook Fitch
Laba Bersih Bayan Resources Turun 16,88% di 2025 Meski Struktur Utang Membaik
Harga CPO Anjlok Setelah Meroket, Aksi Ambil Untung Jadi Pemicu
Ahli: Fundamental Perbankan Kuat Jadi Prasyarat Sukses Program Strategis Pemerintah