Bursa Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Tajam Pascaserangan Iran

- Rabu, 04 Maret 2026 | 15:40 WIB
Bursa Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Tajam Pascaserangan Iran

Pasar saham di Dubai dan Abu Dhabi dibuka kembali hari Rabu dengan kondisi yang suram. Setelah ditutup selama dua hari penuh, bursa langsung terjun bebas begitu perdagangan dimulai. Anjloknya harga saham ini tak lepas dari ketegangan militer yang memuncak di kawasan itu.

Menurut laporan, penutupan pasar selama dua hari itu dilakukan menyusul serangkaian serangan rudal dan drone dari Iran. Sejak akhir pekan, serangan-serangan itu telah menghantam pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab dan beberapa infrastruktur penting lainnya. Suasana waspada dan ketidakpastian jelas terasa.

Indeks utama Dubai, misalnya, langsung merosot 4,7 persen di awal sesi. Itu adalah penurunan intraday terburuk yang mereka alami sejak Mei 2022. Saham-saham properti dan penerbangan jadi yang paling terpukul. Emaar Properties, raksasa pengembang properti, dan maskapai murah Air Arabia berada di garis depan penurunan ini.

Nasib serupa terjadi di Abu Dhabi. Indeks di sana terpangkas 3,6 persen saat pembukaan, yang juga tercatat sebagai penurunan paling tajam dalam hampir dua tahun terakhir. Bahkan bank terbesar di negara itu, First Abu Dhabi Bank, tidak luput dari tekanan. Sahamnya anjlok sekitar lima persen.

Semua ini berawal dari eskalasi konflik yang meledak akhir pekan lalu. Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah setelah kedua negara itu menyerang Iran dan dikabarkan menewaskan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun membalas.

Teheran melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Mereka juga menyasar fasilitas energi di sekitar Teluk, yang semakin menambah kepanikan investor. Ketakutan akan konflik yang berkepanjangan akhirnya tercermin jelas di layar monitor perdagangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar