Dari Teheran, ancaman balasan bergema keras. Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau IRGC, menyatakan dengan tegas mereka takkan tinggal diam. Serangan yang menimpa fasilitas militer dan sipil mereka, kata mereka, pasti akan dibalas.
Pernyataan itu disiarkan langsung oleh stasiun TV pemerintah IRIB, Selasa lalu. Nadanya keras, penuh amarah.
"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham," bunyi pernyataan itu, "tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut."
IRGC tak sekadar mengancam. Mereka melontarkan tuduhan pedas. Menurut mereka, serangan AS-Israel sengaja menyasar tempat-tempat sipil sekolah, rumah sakit, bahkan stadion dan restoran dengan tujuan menebar kepanikan. Angka korban jiwa warga sipil, klaim mereka, sudah melampaui 700 orang. Sebuah angka yang mengerikan.
Artikel Terkait
Polda Banten Siapkan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai Jalur Alternatif Truk Saat Mudik
Pemprov DKI Siap Ikuti Aturan Pusat untuk THR ASN
KPK Tahan Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi Tender dengan Modus Lebih Maju
JPO Sarinah yang Direvitalisasi Kembali Dibuka, Fasilitas Disabilitas Jadi Fokus