Setelah melalui proses revitalisasi, JPO Sarinah di kawasan Thamrin akhirnya dibuka untuk umum. Jembatan legendaris ini kembali menghubungkan titik-titik vital: area depan Mal Sarinah, Halte Transjakarta MH Thamrin, dan gedung Bawaslu.
Rabu sore (4/3/2026) sekitar pukul empat lewat sepuluh, suasana di sana sudah mulai ramai. Dari pantauan langsung, aksesnya cukup mudah. Kalau dari depan Mal Sarinah atau gedung Bawaslu, kamu bisa naik lift. Nah, khusus dari halte Transjakarta, pilihannya ada dua: naik lift atau gunakan tangga eskalator.
Nuansa Ramadan sudah terasa. Langit-langit jembatan dihiasi dekorasi bertema bulan suci dan Lebaran, menambah semarak pemandangan. Yang jelas, kondisi JPO-nya sendiri terpelihara dengan baik bersih dan rapi.
Tak heran, warga pun mulai memadatinya. Beberapa bahkan sibuk berfoto-foto, mengabadikan momen di jembatan yang punya nilai sejarah ini.
Di sisi lain, fasilitas penyeberangan yang lama, pelican cross di sekitar halte, tetap berfungsi seperti biasa. Soal prioritas penggunaan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah memberikan penjelasan.
"Semua orang punya pilihan. Mau pakai lift atau pakai pelican cross yang tetap kita operasikan. Intinya, yang suka jalan kaki punya opsi untuk menyeberang. Sementara bagi saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus atau disabilitas, fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan lebih baik,"
Ucap Pramono kepada awak media, usai meninjau langsung lokasi pada Senin (2/3).
Peresmian JPO ini sendiri sudah dilakukan sebelumnya. Pramono menekankan nilai historis tempat ini.
"JPO ini adalah yang pertama dimiliki Jakarta. Diresmikan oleh almarhum Bang Ali Sadikin tepatnya 21 April 1968. Sudah pasti ini bersejarah. Revitalisasi kali ini tujuannya satu: membuatnya ramah untuk disabilitas,"
jelasnya. Dengan begitu, JPO Sarinah bukan sekadar fasilitas baru, tapi warisan lama yang diperbarui untuk kebutuhan masa kini.
Artikel Terkait
Buronan AS 15 Tahun Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Bunker Sawangan, Depok
Pria di Lampung Selatan Nekat Tusuk Kekasih 12 Kali karena Tak Diizinkan Menginap
Kejagung Bongkar Mark-Up Pengadaan Motor Listrik Rp42 Juta per Unit di Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
BNN Tangkap Dua Warga Rusia di Bali Bawa Hashish dari Jakarta