Anting Emas Berusia 3.000 Tahun yang Dipakai Zendaya Picu Perdebatan Etika

- Senin, 27 Juli 2026 | 18:06 WIB
Anting Emas Berusia 3.000 Tahun yang Dipakai Zendaya Picu Perdebatan Etika

Penampilan Zendaya di pemutaran perdana film The Odyssey di London pada Minggu (5/7) kembali menjadi sorotan. Aktris 29 tahun itu tampil elegan dalam gaun putih Jacquemus dan sandal Christian Louboutin, namun perhatian justru tertuju pada sepasang anting emas yang dikenakannya. Bukan sekadar perhiasan mewah, anting tersebut ternyata dibuat dari medali emas kuno Iran yang diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun, bagian dari koleksi Ziwiye Hoard.

Perhiasan itu dirancang oleh desainer London, Glenn Spiro, yang memasang medali kuno menggunakan teknik claw setting agar artefak tetap utuh tanpa dimodifikasi permanen. Setelah dipasang ulang, anting tersebut menjadi bagian dari koleksi Barron London, rumah perhiasan yang mengkurasi artefak bersejarah menjadi aksesori modern.

Penampilan Zendaya langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak arkeolog, sejarawan, dan pemerhati budaya mempertanyakan etika penggunaan benda bersejarah sebagai aksesori fesyen. Menurut mereka, artefak bernilai sejarah tinggi semestinya dipelajari dan dipamerkan di museum, bukan dikenakan di karpet merah.

Kontroversi semakin berkembang karena artefak tersebut berasal dari Iran. Sejumlah akademisi menilai penggunaan benda budaya dari kawasan yang memiliki sejarah panjang penjarahan artefak tidak bisa dilepaskan dari isu kepemilikan dan asal-usul koleksi tersebut.

Associate Professor bidang Sejarah dan Arkeologi di Macquarie University, Peter Edwell, mengatakan bahwa informasi mengenai asal-usul artefak masih belum jelas. Menurutnya, keterangan seperti "undisclosed origin" sering menjadi tanda bahwa sebuah benda mungkin pernah keluar dari negara asalnya melalui jalur yang tidak terdokumentasi dengan baik, bahkan berpotensi berkaitan dengan penjarahan atau perdagangan ilegal. Ia menilai kondisi ini membuat penggunaan artefak sebagai aksesori menjadi sangat bermasalah dari sudut pandang pelestarian warisan budaya.

Meski demikian, tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama. Ada pula yang berpendapat bahwa selama artefak tidak mengalami kerusakan permanen dan kepemilikannya sah, penggunaan benda bersejarah dalam bentuk perhiasan justru dapat memperkenalkan sejarah kepada audiens yang lebih luas. Teknik pemasangan yang digunakan Glenn Spiro juga disebut tidak mengubah bentuk asli medali sehingga artefak masih dapat dilepas dan dikembalikan seperti semula.

Hingga kini, Zendaya maupun Law Roach belum memberikan tanggapan terkait kontroversi tersebut. Namun, perdebatan yang muncul menunjukkan bahwa di balik sebuah penampilan fesyen, ada diskusi yang lebih besar mengenai batas antara apresiasi budaya, kepemilikan artefak, dan tanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags